This Author published in this journals
All Journal Jurnal Budaya Etnika
Imam Syakbani Nasution
Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANTROPOLINGUISTIK PENAMAAN PESANTREN: NEGOSIASI IDENTITAS LOKAL DI PADANG LAWAS Jalauddin Pulungan; Imam Syakbani Nasution; Nursukma suri
Jurnal Budaya Etnika Vol. 10 No. 1 (2026): NEGOSIASI BUDAYA DALAM KONTESTASI ZAMAN MODERN
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v10i1.3667

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penamaan pesantren di Kabupaten Padang Lawas dalam perspektif antropolinguistik. Berdasarkan data Badan Silaturahmi Pesantren Padang Lawas, terdapat 40 pesantren berizin operasional dengan total lebih dari 18.000 santri. Pendekatan antropolinguistik dalam penelitian ini menghubungkan aspek kebahasaan dengan kebudayaan masyarakat setempat. Penelitian kualitatif ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan 10 pimpinan yayasan pesantren, tokoh masyarakat, dan budayawan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penamaan pesantren di wilayah ini merefleksikan nilai religius, identitas lokal, dan tradisi sosialbudaya yang kuat. Nama-nama pesantren tersebut tidak hanya berfungsi sebagai identitas pembeda, tetapi juga menjadi media transmisi nilai keagamaan serta kearifan lokal. Kata Kunci: Antropolinguistik, Budaya Lokal, Identitas Lokal, Padang Lawas, Penamaan Pesantren. Abstract: This study aims to analyze the naming patterns of pesantren (Islamic boarding schools) in Padang Lawas Regency from an anthropolinguistic perspective. Data from the Padang Lawas Pesantren Coordinating Body shows that 40 operationally licensed pesantren serve more than 18,000 students. This anthropolinguistic approach connects linguistic elements with the local community's culture. This qualitative research gathered data through interviews, observations, and documentary studies. Informants were selected using a purposive sampling technique, comprising 10 pesantren foundation leaders, community leaders, and local cultural experts. The results demonstrate that pesantren naming in this region reflects strong religious values, local identity, and socio-cultural traditions. These names function not only as distinct markers of identity but also as a medium for transmitting religious values and local wisdom. Keywords: Anthropolinguistics, Local Culture, Local Identity, Padang Lawas, Pesantren Naming