Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi peradaban di Dharmasraya melalui tinggalan sejarah dari masa Hindu-Buddha hingga Islam yang masih dapat ditemukan dalam berbagai situs kerajaan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. Situs yang dikaji meliputi Arca Amoghapasa di Bukik Barhalo, Kompleks Candi Padang Roco, Candi Pulau Sawah, Kerajaan Pulau Punjung, Kerajaan Koto Besar (Sitiung), dan Kerajaan Padang Laweh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik situs serta wawancara semi-terstruktur dengan tokoh masyarakat, pengelola situs, dan keturunan kerajaan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dharmasraya merupakan wilayah yang mengalami kesinambungan peradaban, ditandai oleh kuatnya pengaruh Hindu-Buddha yang kemudian bertransformasi melalui proses islamisasi tanpa menghilangkan sistem budaya lokal. Selain itu, peran Sungai Batanghari menjadi faktor penting dalam perkembangan jaringan politik, ekonomi, dan keagamaan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi peradaban di Dharmasraya berlangsung secara adaptif melalui akulturasi budaya yang menghasilkan identitas historis yang berlapis dan berkelanjutan.