M. Alif Fajri
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rasionalitas Penggunaan Obat Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Bedah Sesar Muhammad Iqbal Maulidin; M. Alif Fajri; Aji Tetuko
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.249

Abstract

Penggunaan antibiotik profilaksis pada tindakan bedah sesar bertujuan untuk mencegah infeksi luka operasi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri dan menurunkan efektivitas terapi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis agar sesuai dengan pedoman terapi yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di RSUD Panglima Sebaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan desain deskriptif observasional dan pengambilan data secara retrospektif menggunakan rekam medis pasien periode Januari–Desember 2025. Penelitian dilaksanakan pada 03 Maret-03 April 2026. Populasi penelitian sebanyak 223 pasien bedah sesar, dengan sampel 143 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas dilakukan berdasarkan parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan metode Gyssens. Kelompok usia terbanyak adalah 20–35 tahun sebesar 76,22%. Antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan adalah cefazolin sebesar 65,03%, diikuti ceftriaxone 32,17%, clindamycin 2,10%, dan cefotaxime 0,70%. Hasil evaluasi rasionalitas menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 97,90%, ketepatan pasien 100%, ketepatan obat 65,03%, dan ketepatan dosis 99,30%. Berdasarkan metode Gyssens, penggunaan antibiotik rasional sebesar 65,03%, sedangkan 34,97% termasuk tidak rasional karena terdapat alternatif antibiotik dengan spektrum yang lebih sempit. Penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di RSUD Panglima Sebaya sebagian besar telah rasional berdasarkan metode Gyssens. Cefazolin menjadi antibiotik yang paling banyak digunakan dan paling sesuai dengan pedoman terapi sebagai profilaksis bedah sesar. Evaluasi penggunaan antibiotik secara berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pedoman dan rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis.