Susi Rahmawati
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BIODIVERSITAS MUSUH ALAMI ARTHROPODA PADA TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) YANG DIBERI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) Susi Rahmawati; Mohamad Lihawa; Suyono Dude
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, populasi, kelimpahan, dan keanekaragaman musuh alami arthropoda pada tanaman terong (Solanum melongena L.) yang diberi Mikroorganisme Lokal (MOL). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (20 ml MOL/l air), P2 (40 ml MOL/l air), dan P3 (60 ml MOL/l air) dengan empat ulangan. Pengambilan sampel musuh alami arthropoda dilakukan menggunakan jaring ayun secara berkala, kemudian diidentifikasi. Data analisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan jenis-jenis musuh alami arthropoda yang terdiri dari 8 ordo, 18 famili dan 25 jenis spesies. Populasi musuh alami arthropoda pada P3 lebih tinggi pada umur 6 dan 8 MST. Kelimpahan musuh alami arthropoda pada perlakuan MOL meningkat dibandingkan dengan kontrol, dengan Staphylinidae (P.fuscipes), Coccinellidae (Spesies 2), dan Libellulidae (Spesies 1) sebagai kelompok dominan. Nilai indeks keanekaragaman di semua perlakuan berada pada kategori sedang, yaitu P0 (1,285), P1 (1,325), P2 (1,368), dan P3 (1,372). Penelitian ini menyimpulkan bahwa MOL berpotensi mendukung keberadaan musuh alami arthropoda melalui peningkatan jumlah famili, populasi, dan kelimpahan tanpa menurunkan stabilitas keanekaragaman. MOL dapat direkomendasikan sebagai alternatif ramah lingkungan karena tidak bersifat toksik terhadap musuh alami arthropoda, melainkan berpotensi membantu menjaga keseimbangan ekosistem agroekologi.