Lince Magriasti
Program Studi Magister (S2) Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang, Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Barat, Padang, Sumatera Barat, Indonesia, 25132

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Kajian Birokrasi Pemerintahan Daerah di Indonesia dalam Reformasi Otonomi Daerah dan Kinerja Pelayanan Publik Angga Putra Tri Rezeki; Aldri Frinaldi; Hendra Naldi; Lince Magriasti
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10949

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika kajian birokrasi pemerintahan daerah di Indonesia dengan memetakan tema dominan, hubungan antarkata kunci, dan arah perkembangan kajian ilmiah. Birokrasi pemerintahan daerah memiliki peran strategis dalam pelaksanaan kebijakan publik, pengelolaan otonomi daerah, penguatan tata kelola pemerintahan, dan penyediaan pelayanan publik yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Namun, kajian terdahulu mengenai topik ini masih tersebar dalam berbagai tema, seperti reformasi birokrasi, otonomi daerah, tata kelola, inovasi pelayanan publik, transformasi digital, integritas kelembagaan, dan kinerja birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis bibliometrik. Artikel diperoleh melalui Publish or Perish dan diseleksi menggunakan alur PRISMA agar proses penyaringan berlangsung sistematis dan transparan. Dari 776 artikel awal, diperoleh 33 artikel yang relevan dan dianalisis menggunakan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian birokrasi pemerintahan daerah di Indonesia membentuk beberapa tema utama, yaitu kinerja birokrasi, reformasi birokrasi, otonomi daerah, tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, relasi aktor, patologi birokrasi, dan integritas kelembagaan. Visualisasi menunjukkan bahwa kinerja birokrasi menjadi salah satu simpul terkuat, sedangkan reformasi birokrasi dan otonomi daerah memiliki hubungan erat dengan inovasi kebijakan, tata kelola, dan kesenjangan implementasi. Data resmi pemerintah turut memperkuat temuan bahwa kapasitas ASN, akuntabilitas kinerja, digitalisasi pelayanan, kepatuhan pelayanan publik, evaluasi pemerintahan daerah, dan integritas kelembagaan menjadi aspek penting dalam penguatan birokrasi daerah. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa birokrasi pemerintahan daerah tidak dapat dipahami hanya sebagai struktur administratif, tetapi sebagai sistem pemerintahan yang menentukan efektivitas kebijakan dan kualitas pelayanan publik. Penguatan birokrasi daerah perlu dilakukan secara terpadu melalui reformasi kelembagaan, peningkatan kapasitas ASN, tata kelola kolaboratif, inovasi pelayanan publik, transformasi digital, evaluasi kinerja, dan penguatan integritas.
Dinamika Akuntabilitas Pemerintah Desa dalam Implementasi Desentralisasi di Indonesia Hendri Gunawan; Aldri Frinaldi; Lince Magriasti; Hendra Naldi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.10951

Abstract

This study examines the dynamics of village government accountability in implementing decentralization in Indonesia. Decentralization has expanded village authority in governance, financial management, public services, development, and community empowerment, yet this authority also raises demands for transparent and responsible governance. The study aims to analyze how village government accountability is formed, challenged, and strengthened within the decentralization framework. This research employs a descriptive qualitative approach through a narrative-structured literature review. Data were obtained from 410 scientific journal articles and official statistical data on village potential and village government finance. VOSviewer was used to map keyword relationships and identify dominant themes in the reviewed literature. The findings show that village accountability is multidimensional and closely related to transparency, government performance, supervision, institutional capacity, community participation, public service delivery, infrastructure, and village development. The VOSviewer mapping identifies three main clusters: accountability, transparency, and performance; government-community relations; and village governance capacity, including human resources, regulation, public services, infrastructure, challenges, and obstacles. Statistical data indicate that Indonesian villages have substantial economic potential, local products, village-owned enterprises, and public assets, but they also face fiscal dependence on transfer funds, unequal infrastructure, weak telecommunication access, environmental risks, and uneven administrative capacity. The study implies that strengthening village accountability cannot rely only on formal reporting. It requires open information, stronger supervision by village consultative bodies, improved capacity of village officials, and meaningful community participation to support accountable, responsive, and sustainable village governance in diverse rural areas across Indonesia and improve public trust nationally at the local level.