Putu Debby Yolanda
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Otonomi Perempuan dalam Mencapai Aktualisasi Diri Pada Novel Home Sweet Loan Karya Almira Bastari Putu Debby Yolanda; Wiyatmi Wiyatmi; Ary Kristiyani
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4915.164-180

Abstract

This research aims to examine the manifestations of women’s autonomy and their relationship to the process of self-actualization as represented in the novel Home Sweet Loan by Almira Bastari. The study employs the perspectives of feminist psychology as articulated by Jean Baker Miller and the theory of self-actualization proposed by Abraham Maslow, utilizing a qualitative descriptive method. The primary data source is the 309-page novel Home Sweet Loan. Data were collected through close reading, note-taking, and documentation techniques, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. Data validity was ensured through semantic validity and intrarater reliability. The findings indicate that women’s autonomy in the novel is reflected in several dimensions: (1) financial autonomy, encompassing the ability to manage personal finances, plan long-term financial goals, and obtain employment and income; (2) relational autonomy, characterized by the awareness to choose and determine an equal partner and to cultivate healthy friendships; (3) decision-making autonomy, including making independent life choices, deciding to own a house, and determining educational paths; (4) emotional autonomy, defined as the capacity to regulate anger and forgive others’ mistakes; and (5) autonomy in resisting discrimination within the family sphere and challenging gender stereotypes imposed upon women. Accordingly, this study concludes that autonomy functions as a key factor enabling urban women to attain holistic self-actualization. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami wujud otonomi perempuan serta keterkaitannya dengan proses aktualisasi diri tokoh dalam novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari. Kajian ini menggunakan perspektif psikologi feminis Jean B. Miller dan teori aktualisasi diri Abraham Maslow dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari yang terdiri atas 309 halaman. Data dikumpulkan melalui teknik baca,  catat, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data dijamin melalui validitas semantis dan reliabilitas intrater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otonomi perempuan dalam novel tercermin dalam beberapa aspek: (1) otonomi finansial, berupa kemampuan mengelola keuangan pribadi, kemampuan merencanakan finansial jangka panjang, dan kemampuan memperoleh pekerjaan dan penghasilan; (2) otonomi relasional, ditandai dengan kesadaran untuk memilih dan menentukan pasangan yang setara serta menjalin hubungan persahabatan yang sehat; (3) otonomi pengambilan keputusan, mencakup membuat keputusan hidup secara mandiri, keputusan memiliki rumah sendiri, dan menentukan pendidikan; (4) otonomi pengelolaan emosi, yaitu kemampuan mengendalikan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain; serta (5) otonomi perlawanan terhadap diskriminasi dalam lingkungan keluarga dan melawan stereotip gender terhadap perempuan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa otonomi merupakan faktor kunci bagi perempuan urban untuk mencapai aktualisasi diri secara utuh.
Fulfilling The Hierarchy of Needs on Female Characters in the Novel Lebih Senyap dari Bisikan by Andina Dwifatma Putu Debby Yolanda; Wiyatmi Wiyatmi; Ary Kristiyani
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i2.8438

Abstract

This study aims to describe the fulfillment of the hierarchy of needs in female characters in the novel Lebih Senyap dari Bisikan (Quieter than a Whisper) through the perspective of Jean B. Miller’s feminist psychology and Abraham Maslow’s hierarchy of needs theory. This research employs a descriptive qualitative method. The research instrument used is a human instrument, in which the researcher develops indicators based on Maslow’s concept of the hierarchy of needs. Data were collected through reading, note-taking, and literature review. Then, it was analyzed in stages: data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data was ensured through data triangulation, while the consistency of the findings was strengthened using intra-rater techniques. The study focuses on how the female characters fulfill their hierarchy of needs as women, from physiological needs to self-actualization. The findings show that the female characters successfully fulfill these needs: 1) Mami can meet the physiological and safety needs by providing adequate housing and necessities for herself as a single parent and for her daughter; 2) Amara fulfills the need for a sense of belonging and affection from Mami, even though it comes from a single parent; 3) Macan meets her esteem needs through independence and the freedom to determine her life philosophy; 4) Meanwhile, Amara ultimately achieves self-actualization through self-acceptance after experiencing marital conflicts. Overall, the narrative illustrates the efforts of the female characters to meet their basic needs and ultimately achieve self-actualization. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemenuhan hierarki kebutuhan pada diri tokoh-tokoh perempuan dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan dengan menggunakan perspektif psikologi feminis Jean B. Miller dan teori pemenuhan hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument, yakni peneliti yang menyusun indikator berdasarkan konsep hierarki kebutuhan Maslow. Data dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan studi pustaka. Kemudian, data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi data, sedangkan konsistensi temuan diperkuat dengan teknik intra-rater. Fokus kajian terletak pada bagaimana tokoh perempuan memenuhi hierarki kebutuhan sebagai perempuan, mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh perempuan berhasil memenuhi hierarki kebutuhan tersebut: 1) Mami mampu memenuhi kebutuhan fisiologis dan keamanan, dengan menyediakan tempat tinggal layak dan kebutuhan dasar bagi dirinya sebagai orang tua tunggal serta untuk anaknya, Amara; 2) Amara memenuhi kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang dari Mami, meskipun kasih sayang tersebut berasal dari seorang single parent; 3) Macan memenuhi kebutuhan harga diri dengan kemandirian dan kebebasannya menentukan pandangan hidup; 4) sementara Amara pada akhirnya mencapai aktualisasi diri melalui penerimaan diri setelah konflik rumah tangga yang dialami. Secara keseluruhan, cerita memperlihatkan berbagai usaha tokoh perempuan dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar mereka hingga mencapai aktualisasi diri.