Ary Kristiyani
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Music Digital Berbasis Deep Learning untuk Menulis Cerita Naratif Siswa Kelas VII Erma Septi Praptiwi; St. Nurbaya; Ary Kristiyani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media pembelajaran flipbook music digital berbasis Deep Learning pada materi menulis teks naratif khususnya cerita fantasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada tahap awal model pengembangan Borg and Gall. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa SMP Muhammadiyah 2 Depok Sleman kelas VII dan 5 guru Bahasa Indonesia di beberapa sekolah SMP daerah Kabupaten Sleman. Data diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, dan analisis dokumen perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86,7% siswa tertarik menulis cerita fantasi, tetapi 53,3% siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan alur cerita, 46,7% kesulitan menentukan tema, dan 40% merangkai struktur cerita. Berdasarkan hasil penelitian juga diketahui bahwa 53% siswa membutuhkan dan tertarik menggunakan media pembelajaran yang interaktif seperti flipbook musik digital untuk mempermudah menulis teks naratif dan menumbuhkan semangat. Selain itu, berdasarkan analisis perangkat pembelajaran yang tersedia dan angket yang telah diisi guru 50% menunjukkan bahwa media pembelajaran yang digunakan masih berupa teks dan power point biasa. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan media pembelajaran interaktif flipbook musik digital untuk pembelajaran menulis teks naratif. Media pembelajaran ini diharapkan dapat mempermudah dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis, khususnya mnulis teks naratif.
Studi Eksplorasi Pembelajaran Menulis Faktual sebagai Upaya Menyiapkan Generasi Cendekiawan Ary Kristiyani; Wiyatmi Wiyatmi; Maman Suryaman
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.7937

Abstract

Factual writing research has been widely conducted. However, factual writing that develops critical thinking skills as an effort to prepare a generation of scholars still needs to be studied. This study aims to describe factual writing learning in higher education. This study uses a descriptive qualitative research design. Data collection techniques use document studies and questionnaires. The research instrument uses analysis guidelines and questionnaires. The data analysis technique uses descriptive qualitative with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of the study show that the dominant one-way learning model has not developed high-level thinking skills, discovery, critical, logical, and analytical thinking. The teaching materials are still limited to books that have not been integrated with relevant research results. Learning evaluations do not include indicators, scores, and assessment rubrics in detail so that authentic assessments have not been achieved. The perceptions of lecturers and students are in line that factual texts of the exposition, explanation, and argumentation types are able to develop critical, analytical, creative, and innovative thinking. Thus, the results of this exploratory study can be used to improve factual writing learning to prepare a generation of scholars. Abstrak Penelitian menulis faktual telah banyak dilakukan. Akan tetapi, menulis faktual yang mengembangkan keterampilan berpikir kritis sebagai upaya menyiapkan generasi cendekiawan masih perlu dilakukan kajian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran menulis faktual di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen dan angket. Instrumen penelitian menggunakan pedoman analisis dan angket. Teknik analisis data menggunakan kualitatif deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran dominan satu arah, belum mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, penemuan, berpikir kritis, logis, dan analitis. Adapun bahan ajar masih terbatas pada buku yang belum terintegrasi dengan hasil penelitian yang relevan. Evaluasi pembelajaran belum memuat indikator, skor, dan rubrik penilaian secara rinci sehingga penilaian autentik belum tercapai. Persepsi dosen dan mahasiswa selaras bahwa teks faktual jenis eksposisi, eksplanasi, dan argumentasi mampu mengembangkan berpikir kritis, analitis, kreatif, dan inovatif. Dengan demikian, hasil studi eksplorasi ini dapat digunakan sebagai perbaikan pembelajaran menulis faktual untuk menyiapkan generasi cendekiawan.
Fulfilling The Hierarchy of Needs on Female Characters in the Novel Lebih Senyap dari Bisikan by Andina Dwifatma Putu Debby Yolanda; Wiyatmi Wiyatmi; Ary Kristiyani
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i2.8438

Abstract

This study aims to describe the fulfillment of the hierarchy of needs in female characters in the novel Lebih Senyap dari Bisikan (Quieter than a Whisper) through the perspective of Jean B. Miller’s feminist psychology and Abraham Maslow’s hierarchy of needs theory. This research employs a descriptive qualitative method. The research instrument used is a human instrument, in which the researcher develops indicators based on Maslow’s concept of the hierarchy of needs. Data were collected through reading, note-taking, and literature review. Then, it was analyzed in stages: data collection, data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data was ensured through data triangulation, while the consistency of the findings was strengthened using intra-rater techniques. The study focuses on how the female characters fulfill their hierarchy of needs as women, from physiological needs to self-actualization. The findings show that the female characters successfully fulfill these needs: 1) Mami can meet the physiological and safety needs by providing adequate housing and necessities for herself as a single parent and for her daughter; 2) Amara fulfills the need for a sense of belonging and affection from Mami, even though it comes from a single parent; 3) Macan meets her esteem needs through independence and the freedom to determine her life philosophy; 4) Meanwhile, Amara ultimately achieves self-actualization through self-acceptance after experiencing marital conflicts. Overall, the narrative illustrates the efforts of the female characters to meet their basic needs and ultimately achieve self-actualization. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemenuhan hierarki kebutuhan pada diri tokoh-tokoh perempuan dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan dengan menggunakan perspektif psikologi feminis Jean B. Miller dan teori pemenuhan hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah human instrument, yakni peneliti yang menyusun indikator berdasarkan konsep hierarki kebutuhan Maslow. Data dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan studi pustaka. Kemudian, data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi data, sedangkan konsistensi temuan diperkuat dengan teknik intra-rater. Fokus kajian terletak pada bagaimana tokoh perempuan memenuhi hierarki kebutuhan sebagai perempuan, mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh perempuan berhasil memenuhi hierarki kebutuhan tersebut: 1) Mami mampu memenuhi kebutuhan fisiologis dan keamanan, dengan menyediakan tempat tinggal layak dan kebutuhan dasar bagi dirinya sebagai orang tua tunggal serta untuk anaknya, Amara; 2) Amara memenuhi kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang dari Mami, meskipun kasih sayang tersebut berasal dari seorang single parent; 3) Macan memenuhi kebutuhan harga diri dengan kemandirian dan kebebasannya menentukan pandangan hidup; 4) sementara Amara pada akhirnya mencapai aktualisasi diri melalui penerimaan diri setelah konflik rumah tangga yang dialami. Secara keseluruhan, cerita memperlihatkan berbagai usaha tokoh perempuan dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar mereka hingga mencapai aktualisasi diri.