Nur Aqila Novi Dwiyanti
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penentuan Nilai LC₅₀ dan Kategori Toksisitas Ekstrak Etanol Batang Prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach) Menggunakan Metode BSLT Haryanto; Salsabila Febrianti Sahar; Norita; Nur Rizky Aulia Fitri; Nabila Ayu Pratiwi; Nur Aqila Novi Dwiyanti; Rarah Maulidya Putri; Salsabila Ramadhani; Nayla Musdalifah Rabbani
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3797

Abstract

Batang prasman (Eupatorium triplinerve. Vahl) merupakan salah satu tanaman yang mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas biologis, sehingga perlu dilakukan pengujian toksisitas sebagai langkah awal untuk mengetahui tingkat keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai LC₅₀ dan kategori toksisitas ekstrak etanol batang prasman terhadap larva udang (Artemia salina Leach) menggunakan metode analisis probit. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorik dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak etanol batang prasman diuji pada konsentrasi 100, 500, 1.000, 5.000, dan 10.000 ppm. Parameter yang diamati adalah jumlah kematian larva setelah 24 jam perlakuan. Data mortalitas dihitung dalam bentuk persentase kematian, kemudian dianalisis menggunakan metode probit untuk menentukan nilai LC₅₀. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kematian larva meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, yaitu sebesar 25%, 35%, 50%, 75%, dan 85%. Hasil analisis probit menunjukkan nilai LC₅₀ ekstrak etanol batang prasman sebesar 846 mg/L. Berdasarkan klasifikasi toksisitas, nilai tersebut termasuk dalam kategori moderat atau racun sedang. Dengan demikian, ekstrak etanol batang prasman (Euphatorium triplinerve Vahl) memiliki aktivitas toksik terhadap larva Artemia salina Leach dan termasuk dalam kategori toksisitas sedang
Analisis Dosis dan Efek Neurofarmakologi Infusa Daun Tamarindus indica (L.) pada Hewan Uji Mencit Haryanto Haryanto; Sahrul Gunawan; Atiqah Ainunnisa' Andy Putri; Andi Eka Purwanti; Salsabila Ramadhani; Hilyah Muthiah; Saskiah Adiajuns; Sukma Febrianti sukri; Nur Aqila Novi Dwiyanti; Nurul Fazilawati Ode
Jurnal Ventilator Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v3i4.2135

Abstract

This study aims to investigate the effects of tamarind leaf extract (Tamarindus indica L.) on neuropharmacological activity in mice using calculated percentages of responses based on the parameters PSM, SSSP, DSSP, SL, RO, SM, PSL, and ANA. This research was conducted as a laboratory experiment using a completely randomized design (CRD) with three treatment concentrations: 1%, 2%, and 4%. Observations were performed to assess the percentage of activity produced by each sample concentration, followed by descriptive–quantitative analysis to determine the dose–response pattern. The results showed that tamarind leaf extract produced varying responses across concentrations. The SSSP, ANA, and RO effects demonstrated increased activity at the 2% concentration, whereas other parameters (PSM, PSL, SM, SL, and DSSP) showed decreased activity. Interestingly, the SSSP parameter exhibited a positive dose–response pattern with the highest activity of 55.84% at 2%. Overall, the effectiveness of tamarind leaf extract depends on the concentration level. The 2% concentration appears to be the optimal dose for several neuropharmacological effects, while the 4% concentration was most effective only for SSSP. These findings highlight the importance of multi-concentration testing to determine effective dosing of natural products for biological applications and the need for further investigation.