Muhammad Waqar Mazhar
Department of Bioinformatics and Biotechnology, Government College University, Faisalabad, Pakistan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Manajemen Stok Cabai Dengan Metode EOQ dan ROP Untuk UMKM Rudi Kurniawan; Muhammad Waqar Mazhar
Ekliptika Vol. 6 No. 1 (2025): Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan (Juli)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ekliptika.v6i1.264

Abstract

UMKM Sambel Juragan sebagai produsen sambal cabai menghadapi tantangan pengendalian persediaan bahan baku cabai yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pengelolaan persediaan cabai dengan menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ), serta menentukan Reorder Point (ROP) dan biaya persediaan tahunan untuk meningkatkan efisiensi manajemen stok. Data pembelian dan penggunaan cabai dari April 2024 hingga Februari 2025 dianalisis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan pencatatan dokumen internal. Hasil perhitungan menunjukkan EOQ optimum sebesar 250,8 kg per pemesanan, dengan ROP (titik pemesanan ulang) 13,2 kg dan safety stock 3,43 kg (pada tingkat layanan 98%). Penerapan kebijakan ini diproyeksikan menurunkan total biaya persediaan tahunan dari sekitar Rp 614.000 (sistem konvensional) menjadi Rp 501.597,45 dengan sistem EOQ, yang berarti penghematan biaya sekitar Rp 112.402,55 atau 18,3% per tahun. Kesimpulannya, metode EOQ efektif meningkatkan efisiensi pengelolaan bahan baku cabai di UMKM Sambel Juragan. Disarankan UMKM mengadopsi sistem EOQ secara berkelanjutan untuk menjaga ketersediaan bahan baku optimal dan meminimalkan biaya persediaan.
Pengaruh Akurasi Gambar Teknik Digital Terhadap Efisiensi Sumber Daya Dan Mitigasi Risiko Kecelakaan Di Lingkungan Manufaktur Maslikhan Maslikhan; Muhammad Waqar Mazhar
Ekliptika Vol. 6 No. 2 (2026): Ekliptika : Jurnal Inovasi Teknologi Berkelanjutan (Januari)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/ekliptika.v6i2.1208

Abstract

Inaccurate engineering drawings directly impact material waste and safety risks in factories. This article analyzes the comparison of manual and digital methods (SketchUp) in achieving industrial precision standards and their relationship to Sustainable Development Goals (SDGs) 9 and 12. Using a descriptive quantitative approach, the study identified barriers to learning digital technology among engineering students. The results showed that the average barrier index reached 62.5% (High Category), with the main obstacles being industrial relevance and hardware limitations. Nevertheless, the integration of 3D visualization proved crucial in improving spatial understanding to prevent workplace accidents and support Green Manufacturing. The integration of intensive practical training is recommended to ensure energy-efficient and operationally safe product quality.