Rini Indryawati
Gunadarma University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OTONOMI KERJA DAN KEBERMAKNAAN KERJA PADA GURU Rini Indryawati; Dwi G. Verasari
Jurnal Psikologi Vol. 18 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2025.v18i1.394

Abstract

Kebermaknaan kerja merupakan salah satu kondisi psikologis yang banyak diharapkan oleh para pekerja, termasuk guru, karena memberikan nilai positif yang melampaui imbalan finansial semata. Perasaan bahwa pekerjaan yang dijalani memiliki makna dapat membantu individu mencapai kondisi flourishing serta meningkatkan kualitas pengalaman kerja. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam membentuk kebermaknaan kerja pada guru adalah otonomi kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh otonomi kerja terhadap kebermaknaan kerja pada guru. Sebanyak 110 guru yang bekerja di Jakarta berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dengan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otonomi kerja berpengaruh terhadap kebermaknaan kerja pada guru. Namun, analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa hanya aspek otonomi metode kerja yang berpengaruh signifikan terhadap kebermaknaan kerja. Sebaliknya, aspek otonomi penjadwalan kerja dan otonomi kriteria kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kebermaknaan kerja pada guru.
WORK-LIFE BALANCE DAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN INDUSTRI MANUFAKTUR Cinndy P Zahra; Rini Indryawati
Jurnal Psikologi Vol. 18 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2025.v18i2.467

Abstract

Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Karakteristik pekerjaan pada sektor ini umumnya ditandai oleh tuntutan produktivitas, target kerja, serta pengaturan waktu yang mengharuskan karyawan mampu menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dengan kehidupan pribadinya. Di dalam konteks tersebut, work-life balance menjadi faktor yang penting karena dapat memengaruhi bagaimana karyawan menilai dan merasakan kepuasan terhadap pekerjaannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara empiris pengaruh work-life balance terhadap kepuasan kerja pada karyawan industri manufaktur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Partisipan penelitian adalah 183 karyawan industri manufaktur yang berusia antara 25 hingga 45 tahun dan telah bekerja minimal selama enam bulan. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa work-life balance memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja pada karyawan industri manufaktur, sehingga semakin baik work-life balance dan pekerjaan yang dimiliki karyawan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerjanya.
The Influence of Husband’s Support on Baby Blues Syndrome among First-Time Mothers Rini Indryawati; Salsa Khairun Nisa
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): April : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jushpen.v5i1.2800

Abstract

The birth of a baby is a highly anticipated and meaningful event for married couples. However, empirical evidence indicates that approximately 57% of mothers in Indonesia experience baby blues syndrome, placing Indonesia among the countries with the highest prevalence of this condition in Asia. The significance of a husband's assistance in reducing postpartum emotional disorders is shown by this phenomenon. The purpose of this research was to look at first-time mothers and how much impact a spouse's support has on baby blues syndrome. Participating first-time postpartum mothers were the subjects of this quantitative study that used a purposive sampling method. A measure measuring husband support and the Edinburgh Postnatal Depression measure (EPDS) were used to gather data. With the help of Statistical Product and Service Solutions (SPSS) version 25 for Windows, we performed data analysis using basic linear regression. A correlation coefficient of R = -0.813 and a significant value of p = 0.000 (p < 0.05) showed that the husband's support had a highly significant impact on infant blues syndrome. These results show that first-time moms are less likely to experience baby blues syndrome if their husbands are more supportive. Women experience less emotional distress after giving birth to their first child when they have their husband's support.