Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Frugal Branding Digital Storytelling dan Kemasan Eco-Friendly untuk Pemberdayaan Wirausaha Purna Migran Banyuwangi Priangga Eko Saputra; Ita Prihatining Wilujeng; Afwan Hariri Agus Prohimi; Heri Pratikto
Journal Of Humanities Community Empowerment Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Humanities Community Empowerment
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jhce.v4i2.5764

Abstract

Program pengabdian ini menjawab permasalahan stagnasi ekonomi yang dialami purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam kelompok “Migrant Care Banyuwangi”, yang membina 12 Desa Buruh Migran (Desbumi) di Kabupaten Banyuwangi. Dua masalah utama teridentifikasi: (1) 90% produk dijual tanpa merek dalam kemasan plastik polos, yang menyebabkan devaluasi produk dan isu lingkungan; dan (2) 85% penjualan bergantung pada jaringan personal akibat minimnya literasi digital storytelling, sehingga margin keuntungan hanya 12%. Dengan pendekatan Frugal Innovation, program pelatihan hybrid dilaksanakan pada 30 Mei 2026 mencakup empat intervensi strategis: Co-Design Identitas Visual, Workshop Frugal Eco-Packaging, Bootcamp Digital Storytelling, dan Klinik HPP. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dari rata-rata skor 41,5 menjadi 78,3 (peningkatan 88,7%). Sebanyak 24 peserta yang terdiri dari pengurus Migrant Care Banyuwangi dan koordinator Desbumi dari 12 desa sasaran berhasil mengaktifkan akun WhatsApp Business dengan katalog digital. Program menghasilkan satu prototipe kemasan eco-friendly, satu paket aset identitas visual (logo dan brand guideline), serta kalender konten media sosial. Peserta menunjukkan motivasi tinggi untuk melanjutkan secara mandiri, didukung oleh “Kader Digital” yang telah ditunjuk dari dalam kelompok.
Membangun Brand Inklusif: Strategi Branding dan Pemasaran untuk Produk Usaha Mikro Kecil Menengah Difabel Priangga Eko Saputra; Titis Shinta Dhewi; Afwan Hariri Agus P; Naufal Dzakwana Muhammad; Daffa Hikary Sukma Dinata
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i2.12417

Abstract

This Community Partnership Program was implemented to enhance the capacity of micro, small, and medium enterprise (MSME) actors with disabilities in Banyuwangi in the areas of branding and digital marketing. The program was specifically designed to address challenges of accessibility, social stigma, and limited access to technology faced by MSMEs with disabilities in building competitive brands. The activities were carried out through three stages: preparation stage in the form of coordination and socialization, implementation of training using modules (basic branding with an inclusive approach, visual design based on accessible technology, and adaptive digital marketing), and continuous evaluation. The approach used integrates digital accessibility principles and branding strategies that utilize the uniqueness of disability identity as product differentiation. Quantitative achievements showed significant improvements in branding comprehension (73%), brand name development (85%), logo creation (80%), design technology mastery (75%), and digital marketing planning (90%). Qualitative achievements include participants' success in forming brand identities that utilize disability perspectives as unique value, increased self-confidence, motivation, and the ability to transform disability identity into competitive advantage. The program demonstrates the effectiveness of inclusive approaches in strengthening the competitiveness of MSMEs with disabilities sustainably.