Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN KONSENTRASI PESTISIDA EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH SEBAGAI PEMBASMI HAMA ULAT PADA TANAMAN KANGKUNG Midel Delfi Wehelmina Ndolu; Antonius Solo
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE EDISI 4 FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI TAHUN 2026
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v2i1.102

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai konsentrasi ekstrak kulit bawang merah sebagai pestisida alami dalam pengendalian hama ulat pada tanaman kangkung. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Universitas Nusa Lontar Rote pada bulan Juli 2025 menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan terdiri atas konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 25% dan 30% serta kontrol. Parameter yang diamati meliputi jumlah ulat yang mati, waktu kematian ulat, dan efektivitas pestisida nabati terhadap hama ulat grayak (Spodoptera litura). Pembuatan ekstrak dilakukan dengan menghaluskan kulit bawang merah menggunakan blender kemudian direndam selama dua hari hingga menghasilkan larutan berwarna coklat. Larutan tersebut diaplikasikan melalui penyemprotan sebanyak 3 ml pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit bawang merah memiliki pengaruh nyata terhadap kematian hama ulat pada tanaman kangkung. Konsentrasi 30% memberikan hasil terbaik dengan jumlah kematian ulat sebanyak 5 ekor dalam waktu 35 menit, sedangkan konsentrasi 25% menghasilkan kematian sebanyak 3 ekor dalam waktu 45 menit. Efektivitas ekstrak kulit bawang merah dipengaruhi oleh kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, aldehid, dan enzim protease yang bersifat racun terhadap serangga pemakan daun. Senyawa tersebut bekerja dengan menyerang sistem saraf dan sistem pencernaan ulat sehingga menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit bawang merah dapat digunakan sebagai alternatif pestisida alami yang ramah lingkungan, murah, mudah dibuat, dan aman bagi kesehatan manusia dibandingkan penggunaan pestisida kimia. Kata Kunci: kulit bawang merah, pestisida organik, ulat grayak, kangkung, Spodoptera litura.
PENGGUNAAN KONSENTRASI PESTISIDA EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH SEBAGAI PEMBASMI HAMA ULAT PADA TANAMAN KANGKUNG Midel Delfi Wehelmina Ndolu; Antonius Solo
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 2 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE EDISI 4 FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI TAHUN 2026
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v2i1.102

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai konsentrasi ekstrak kulit bawang merah sebagai pestisida alami dalam pengendalian hama ulat pada tanaman kangkung. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Universitas Nusa Lontar Rote pada bulan Juli 2025 menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan terdiri atas konsentrasi ekstrak kulit bawang merah 25% dan 30% serta kontrol. Parameter yang diamati meliputi jumlah ulat yang mati, waktu kematian ulat, dan efektivitas pestisida nabati terhadap hama ulat grayak (Spodoptera litura). Pembuatan ekstrak dilakukan dengan menghaluskan kulit bawang merah menggunakan blender kemudian direndam selama dua hari hingga menghasilkan larutan berwarna coklat. Larutan tersebut diaplikasikan melalui penyemprotan sebanyak 3 ml pada setiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit bawang merah memiliki pengaruh nyata terhadap kematian hama ulat pada tanaman kangkung. Konsentrasi 30% memberikan hasil terbaik dengan jumlah kematian ulat sebanyak 5 ekor dalam waktu 35 menit, sedangkan konsentrasi 25% menghasilkan kematian sebanyak 3 ekor dalam waktu 45 menit. Efektivitas ekstrak kulit bawang merah dipengaruhi oleh kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, minyak atsiri, aldehid, dan enzim protease yang bersifat racun terhadap serangga pemakan daun. Senyawa tersebut bekerja dengan menyerang sistem saraf dan sistem pencernaan ulat sehingga menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit bawang merah dapat digunakan sebagai alternatif pestisida alami yang ramah lingkungan, murah, mudah dibuat, dan aman bagi kesehatan manusia dibandingkan penggunaan pestisida kimia. Kata Kunci: kulit bawang merah, pestisida organik, ulat grayak, kangkung, Spodoptera litura.
Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair dari Daun Gamal Menggunakan Bioaktivator EM4 Midel Delfi Wehelmina Ndolu
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i3.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) yang dibuat dari daun gamal (Gliricidia sepium) dengan menggunakan bioaktivator EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Nusa Lontar Rote pada Juli–September 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (tanpa POC), P1 (20 ml POC/100 ml air), dan P2 (30 ml POC/100 ml air). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC daun gamal berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Perlakuan P2 menghasilkan tinggi tanaman rata-rata 21,8 cm, jumlah daun 13,3 helai, dan berat segar 56,3 g. Unsur nitrogen (N) pada daun gamal berperan penting dalam pembentukan jaringan vegetatif, fosfor (P) mendukung pembentukan akar, sedangkan kalium (K) meningkatkan kekuatan jaringan tanaman dan hasil panen. Kandungan mikroorganisme dalam EM4 seperti Lactobacillus sp., Rhodopseudomonas sp., dan Streptomyces sp. mempercepat fermentasi dan meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Dengan demikian, pupuk organik cair dari daun gamal yang difermentasi menggunakan EM4 terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan hasil tanaman pakcoy serta menjadi alternatif pupuk organik ramah lingkungan yang dapat diterapkan dalam sistem pertanian berkelanjutan.
Uji Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Pemberian Pupuk Organik Cair dari Daun Gamal Menggunakan Bioaktivator EM4 Midel Delfi Wehelmina Ndolu
JURNAL ILMIAH UNSTAR ROTE Vol 1 No 3 (2025): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI EDISI 3 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Nusa Lontar Rote

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/jiur.v1i3.78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) yang dibuat dari daun gamal (Gliricidia sepium) dengan menggunakan bioaktivator EM4 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Universitas Nusa Lontar Rote pada Juli–September 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga perlakuan dan tiga ulangan, yaitu P0 (tanpa POC), P1 (20 ml POC/100 ml air), dan P2 (30 ml POC/100 ml air). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC daun gamal berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Perlakuan P2 menghasilkan tinggi tanaman rata-rata 21,8 cm, jumlah daun 13,3 helai, dan berat segar 56,3 g. Unsur nitrogen (N) pada daun gamal berperan penting dalam pembentukan jaringan vegetatif, fosfor (P) mendukung pembentukan akar, sedangkan kalium (K) meningkatkan kekuatan jaringan tanaman dan hasil panen. Kandungan mikroorganisme dalam EM4 seperti Lactobacillus sp., Rhodopseudomonas sp., dan Streptomyces sp. mempercepat fermentasi dan meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Dengan demikian, pupuk organik cair dari daun gamal yang difermentasi menggunakan EM4 terbukti efektif meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan hasil tanaman pakcoy serta menjadi alternatif pupuk organik ramah lingkungan yang dapat diterapkan dalam sistem pertanian berkelanjutan.