Andi Ariel Firdani
UIN Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Falsafah Dan Hikmah Gadai: Peran Gadai Sebagai Solusi Dalam Krisis Ekonomi Sosial Nur Azizah; Andi Ariel Firdani; Kurniati
Al-Istinbath : Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/b86jaq85

Abstract

Pawning (rahn) is an Islamic transaction instrument with legal, social, and moral dimensions. The concept of pawning not only serves as collateral for debt but also embodies philosophy and wisdom that reflect the principles of justice, humanity, and balance in the Islamic economic system. This study aims to examine the philosophy and wisdom of pawning and its role as a solution to address the socio-economic crisis. This study uses a library research method with a descriptive qualitative approach. Primary data sources are obtained from the Qur'an, the hadith of the Prophet Muhammad ﷺ, and Islamic jurisprudence literature discussing the concept of rahn, while secondary data sources come from books, scientific journals, and various scientific works relevant to Islamic economics and pawning practices. Data collection techniques are carried out through documentation studies, while data analysis uses content analysis methods by examining, interpreting, and synthesizing various sources to gain a comprehensive understanding of the philosophy and wisdom of pawning from an Islamic perspective. The study's findings indicate that pawning in Islam serves as a safeguarding mechanism that protects the interests of both parties without causing injustice. In situations of socio-economic crisis, pawning provides a humanitarian solution, enabling urgent needs to be met without permanently losing property or falling prey to usury. Furthermore, the concept of pawning strengthens social solidarity, safeguards human dignity, and promotes economic stability. The study's conclusions affirm that the philosophy and wisdom of pawning reflect the relevance of Islamic teachings in addressing contemporary economic challenges. Pawning is not merely a financial instrument, but a means of worship and social empowerment that integrates economic, ethical, and spiritual values ​​into a unified whole.  Abstrak Gadai (rahn) merupakan salah satu instrumen muamalah dalam Islam yang memiliki dimensi hukum, sosial, dan moral. Konsep gadai tidak hanya berfungsi sebagai jaminan utang, tetapi juga mengandung falsafah dan hikmah yang mencerminkan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan keseimbangan dalam sistem ekonomi Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji falsafah dan hikmah gadai serta perannya sebagai solusi dalam menghadapi krisis ekonomi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari Al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad ﷺ, serta literatur fikih yang membahas konsep rahn, sedangkan sumber data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai karya ilmiah yang relevan dengan ekonomi Islam dan praktik gadai. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sementara analisis data menggunakan metode analisis isi (content analysis) dengan menelaah, menginterpretasikan, dan mensintesiskan berbagai sumber untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai falsafah dan hikmah gadai dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa gadai dalam Islam berfungsi sebagai mekanisme pengaman hak yang mampu melindungi kepentingan kedua belah pihak tanpa menimbulkan kezaliman. Dalam situasi krisis ekonomi sosial, gadai menjadi solusi yang humanis karena memungkinkan pemenuhan kebutuhan mendesak tanpa harus kehilangan kepemilikan harta secara permanen atau terjerumus dalam praktik riba. Selain itu, konsep gadai memperkuat solidaritas sosial, menjaga martabat manusia, dan mendorong terciptanya stabilitas ekonomi masyarakat. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa falsafah dan hikmah gadai mencerminkan relevansi ajaran Islam dalam menjawab problematika ekonomi kontemporer. Gadai bukan sekadar instrumen finansial, melainkan sarana ibadah dan pemberdayaan sosial yang mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi, etika, dan spiritual dalam satu kesatuan yang utuh.