Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dalam Perencanaan Pembelajaran PAI di SMA/MA: Kajian Konseptual Berbasis Literatur Sistematis Fahmi Maulana; Isna Farahsya; Fella Sufah Qotrunnadya; Rizki Maulana Firmansyah; Ma’mun Hanif
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.381

Abstract

ABSTRAK Perencanaan pembelajaran merupakan fondasi aktivitas pedagogis yang kini berhadapan dengan imperatif transformasi digital, khususnya melalui teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA/MA, integrasi AI dalam perencanaan pembelajaran belum mendapat kajian sistematis yang memadai. Artikel ini bertujuan mengonstruksi model konseptual pemanfaatan AI dalam perencanaan pembelajaran PAI melalui sintesis literatur sistematis. Dengan menggunakan metode Systematic Library Research berbasis protokol PRISMA, sebanyak 27 sumber ilmiah dipilih dari basis data Google Scholar, GARUDA, Scopus, dan Web of Science (2016-2025). Analisis dilakukan melalui teknik thematic synthesis tiga tahap. Kajian mengidentifikasi tiga dimensi utama pemanfaatan AI: (1) otomatisasi dan personalisasi penyusunan perangkat ajar; (2) learning analytics berbasis machine learning untuk desain kurikulum adaptif; dan (3) sistem umpan balik formatif dinamis. Artikel ini menawarkan model konseptual orisinal AI-Integrated Instructional Planning Model (AI-IPM) dengan lima komponen siklik yang dibangun di atas prinsip human-in-the-loop, contextual sensitivity, dan values alignment. Kebaruan model ini terletak pada integrasi eksplisit dimensi nilai keislaman ke dalam kerangka perencanaan pembelajaran berbasis AI, sebuah perspektif yang belum tersedia dalam literatur AI in Education (AIED) yang ada. ABSTRACT Instructional planning constitutes the epistemic foundation of pedagogical activity, now confronting the imperative of digital transformation through Artificial Intelligence (AI). In Islamic Religious Education (PAI) at SMA/MA level, AI integration in instructional planning lacks adequate systematic study. This article constructs a conceptual model for AI utilization in PAI instructional planning through systematic literature synthesis. Using a Systematic Library Research method based on the PRISMA protocol, 27 scholarly sources from Google Scholar, GARUDA, Scopus, and Web of Science (2016-2025) were analyzed via three-stage thematic synthesis. Three main dimensions were identified: (1) AI-based automation and personalization of instructional materials; (2) machine learning-based learning analytics for adaptive curriculum design; and (3) dynamic AI-based formative feedback. The article proposes the AI-Integrated Instructional Planning Model (AI-IPM), an original conceptual model with five cyclical components grounded in human-in-the-loop, contextual sensitivity, and values alignment principles. Its novelty lies in explicitly integrating Islamic values into an AI-based instructional planning framework, a perspective absent from existing AIED literature.
Analisis Etika Profesi Guru Muda terhadap Pembentukan Sikap Hormat Peserta Didik Diani Nurul Khafidho; Isna Farahsya; Nafisah Rizqillah; Nur Khasanah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.392

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berawal dari munculnya penurunan rasa hormat siswa terhadap guru di sekolah yang dipengaruhi oleh kemajuan sosial dan digital. Guru-guru muda, sebagai pendidik, memegang peran kunci dalam mengembangkan karakter dan rasa hormat siswa melalui penerapan etika profesi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana etika profesi diterapkan oleh guru muda, mengenali faktor-faktor yang mendukung dan menghalangi penerapan tersebut, serta menganalisis pengaruhnya terhadap pembentukan rasa hormat siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, dengan meneliti berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel yang relevan dengan tema penelitian. Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa penerapan etika profesi oleh guru muda terlihat dari sikap disiplin, tanggung jawab, keadilan, komunikasi yang efektif, serta keteladanan dalam berinteraksi dengan siswa. Beberapa faktor yang mendukung penerapan etika profesi termasuk pendidikan dan pelatihan terkait etika, kebijakan di sekolah yang mendukung, komunitas praktik, serta penilaian yang berbasis etika. Di sisi lain, faktor yang menjadi penghalang terdiri dari kurangnya kesadaran akan etika, keterbatasan dalam keterampilan, tekanan di tempat kerja, kebijakan pendidikan yang tidak memadai, dan dampak dari kemajuan teknologi. Penerapan etika profesi oleh guru muda berkontribusi positif terhadap penanaman perilaku disiplin, kesopanan, empati, serta rasa hormat siswa di lingkungan sekolah. Dengan demikian, etika profesi guru menjadi dasar yang penting dalam membangun hubungan pendidikan yang positif dan membentuk karakter siswa. ABSTRACT This research stems from the decline in students' respect for teachers in schools, influenced by social and digital advancements. Young teachers, as educators, play a key role in developing students' character and respect through the application of professional ethics. The purpose of this study is to describe how professional ethics is applied by young teachers, identify factors that support and hinder such application, and analyze its influence on the formation of students' respect. The method used in this research is a literature study, by examining various scientific sources such as journals, books, and articles relevant to the research theme. The results of the study revealed that the application of professional ethics by young teachers is evident in attitudes of discipline, responsibility, fairness, effective communication, and role models in interacting with students. Several factors that support the application of professional ethics include ethics education and training, supportive school policies, communities of practice, and ethics-based assessments. On the other hand, factors that act as barriers include a lack of awareness of ethics, limited skills, workplace pressure, inadequate educational policies, and the impact of technological advances. The application of professional ethics by young teachers contributes positively to instilling discipline, politeness, empathy, and respect in students in the school environment. Thus, the professional ethics of teachers become an important basis in building positive educational relationships and shaping students' character.