ABSTRAK Bahasa Banggai merupakan bahasa daerah yang tergolong terancam punah dengan tingkat pemertahanan di ranah pendidikan yang hanya mencapai 6,11%, yang turut dipengaruhi oleh keterbatasan media pembelajaran interaktif dan alat bantu referensi yang memadai di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi media pembelajaran Bahasa Banggai–Indonesia berbasis web sebagai sarana pendukung pembelajaran muatan lokal di SMA Negeri 1 Banggai. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Prototyping yang bersifat iteratif dan berpusat pada pengguna, yang dilaksanakan melalui tiga siklus iterasi meliputi analisis kebutuhan, desain cepat, pembangunan purwarupa, evaluasi pengguna, dan penyempurnaan. Produk yang dihasilkan adalah aplikasi bernama Pandoi Banggai yang mengintegrasikan fitur kamus digital dua arah, modul materi, kuis interaktif berbasis gamifikasi, penerjemah kalimat, pelafalan audio (Text-to-Speech), papan peringkat, sistem kontribusi kosakata, serta panel manajemen multi-peran. Pengujian fungsionalitas menggunakan Black Box Testing terhadap 49 skenario menunjukkan tingkat keberhasilan 100%. Sebagai data pendukung kelayakan, validasi ahli bahasa memperoleh persentase sebesar 80% (Layak), validasi ahli media sebesar 93,8% (Sangat Layak), dan uji kepraktisan oleh 23 pengguna akhir memperoleh persentase 85,7% (Sangat Layak). Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa aplikasi Pandoi Banggai layak, fungsional, dan sangat praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam upaya pelestarian Bahasa Banggai di lingkungan sekolah. ABSTRACT The Banggai language is classified as an endangered regional language, with a retention rate in the educational sphere of only 6.11%, which is influenced by the lack of interactive learning media and adequate reference tools in schools. This research aims to develop a web-based Banggai-Indonesian language learning media application as a supporting tool for local content learning at SMA Negeri 1 Banggai. This study employs Research and Development (R&D) using an iterative and user-centric Prototyping model, implemented through three iteration cycles including needs analysis, quick design, prototype construction, user evaluation, and refinement. The resulting product is an application named Pandoi Banggai, which integrates a two-way digital dictionary, learning modules, gamified interactive quizzes, sentence translator, audio pronunciation (Text-to-Speech), leaderboard, vocabulary crowdsourcing system, and a multi-role management panel. Functionality testing using Black Box Testing on 49 scenarios showed a 100% success rate. As supporting feasibility data, language expert validation obtained a percentage of 80% (Feasible), media expert validation of 93.8% (Highly Feasible), and the practicality test by 23 end-users yielded 85.7% (Highly Feasible). Based on these results, it is concluded that the Pandoi Banggai application is feasible, functional, and highly practical to be used as a learning medium for the preservation of the Banggai language in the school environment.