Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perilaku Komunikasi Siswa dalam Peristiwa Perundungan (Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 2 Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan) Alya Ulfa Dwi Asri; Wawan Hernawan; Budhi Waskito
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.449

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam perilaku komunikasi siswa dalam peristiwa perundungan yang terjadi di lingkungan Sekolah Dasar Negeri 2 Jati Mulyo. Perundungan pada jenjang sekolah dasar muncul dalam bentuk verbal, fisik, maupun sosial dan berkaitan erat dengan interaksi siswa yang berlangsung secara berulang serta ketidakseimbangan kekuasaan antara pelaku dan korban. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan metode studi kasus dan menggunakan teori komunikasi interpersonal yang menekankan lima indikator utama: keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Informan penelitian terdiri dari guru kelas sebagai pengamat langsung, siswa pelaku, siswa korban, dan siswa saksi yang mengetahui peristiwa perundungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku komunikasi pelaku perundungan ditandai dengan penggunaan bahasa kasar, ejekan, intimidasi nonverbal, dan kecenderungan mendominasi teman sebaya. Perilaku tersebut diketahui karena lingkungan pertemanan, kurangnya pengawasan guru, dan minimnya pemahaman siswa mengenai batasan komunikasi. Sementara itu, korban menunjukkan perilaku komunikasi yang tertutup, pasif, dan menghindar akibat tekanan psikologis seperti rasa takut, cemas, dan rendah diri. Faktor lingkungan sekolah terutama karena belum adanya program pencegahan yang terstruktur serta ketiadaan guru bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, peran guru sebagai komunikator interpersonal sangat penting untuk memberikan dukungan, membangun komunikasi positif, serta menanamkan nilai empati dan keterbukaan. ABSTRACT This research aims to gain in-depth understanding of student communication behavior during bullying incidents at Jati Mulyo 2 Public Elementary School. Bullying at the elementary school level occurs in verbal, physical, and social forms and is closely related to repeated student interactions and an imbalance of power between the perpetrator and the victim. The research approach uses a qualitative method with a case study method and utilizes interpersonal communication theory that emphasizes five main indicators: openness, empathy, support, positive attitudes, and equality. Research informants consisted of classroom teachers as direct observers, student perpetrators, student victims, and student witnesses who witnessed the bullying incidents. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation. The results showed that the communication behavior of bullies was characterized by the use of harsh language, teasing, nonverbal intimidation, and a tendency to dominate peers. This behavior was known to be due to the environment of friends, lack of teacher supervision, and students' minimal understanding of communication boundaries. Meanwhile, victims exhibited closed, passive, and avoidant communication behavior due to psychological pressures such as fear, anxiety, and low self-esteem. School environmental factors were primarily due to the lack of a structured prevention program and the absence of guidance and counseling teachers. Therefore, the role of teachers as interpersonal communicators is very important to provide support, build positive communication, and instill the values ​​of empathy and openness.