Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pertarungan Politik (Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia) Dalam Visual Meme yoni sudiani; eva yanti; cameron malik
Ranah Seni Vol 12 No 02 (2019): RANAH SENI
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ranahseni.v12i02.41

Abstract

This study discusses the form of political battles that will be held in 2019, which are represented in the form of political memes. As a form of battle, the campaign team from each camp all members involved in the campaign team always have different strategies. For example, the Jokowi-Maaruf team puts forward a defensive strategy, they prefer to explain and clarify all forms of criticism made by the Prabowo-Sandi (PAS) team. Therefore, the visual memes made by Jokowi-Maaruf's team explained more about Jokowi's achievements during his tenure as president which manifest in visual meme that perform in visual communication media such as comics, infographics and posters. Likewise with the Prabowo-Sandi team, the strategies used are more likely to be the style of "attacking" opposing camps, as seen from the many criticisms about the failure of Jokowi's administration during his presidential term. This can be seen from the many visuals meme of scattered in the online community through media as Facebook, Instagram, Twitter and whatsapp groups. This phenomenon shows that the importance of visual meme in political campaign strategies. However, as a campaign strategy, the process of creating visual memes is basically an attempt at framing and branding of each candidate, where each camp can show the advantages and hide the disadvantage of each presidential or vice presidential candidate through visual meme. Visual meme actually tries to simplify complexity of reality, with presenting one side but try to hide the other side.
Antara “Aku” dan Facebook: Kontruksi Pesan dalam Foto Profil di Media Sosial Eva Yanti; Cameron Malik
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 4 No. 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v4i1.9508

Abstract

Penelitian ini menelusuri perwujudan pesan berupa citra “aku” yang dikontruksi di dalam foto profil media sosial. Foto profil sendiri merupakan representasi dari diri pengguna media sosial yang diwujudkan dalam bahasa visual, yaitu bahasa fotografi. Namun jika dilihat lebih jauh lagi, foto profil tidak hanya sebuah gambar “mati” yang hampa akan makna, tetapi sebaliknya, foto profil merupakan wadah/media pengantar pesan dan tempat citra seseorang atau “aku” diproduksi, foto profil merupakan sebuah medan tempat seseorang mengkomunikasikan ke “aku”annya kepada orang lain. Metode penelitian yang dipakai yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika interpretatif, perwujudan dari data-data yang diperoleh dari metoda penelitian kualitatif berbentuk wawancara, pengamatan, terlibat langsung atau participan, kepustakaan dan data berbentuk visual yang disediakan beberapa platform seperti facebook dan Instagram. Prinsip dasar dari foto profil adalah kebebasan dalam medium foto itu sendiri, konsekuensi dari kebebasan itu membuka peluang akan hadirnya kemungkinan-kemungkinan dalam mengkontruksi pesan ataupun merepresentasikan citra “aku”. Dalam perwujudannya foto profil dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu foto profil yang menggambarkan “aku” secara ikonis dan menggambarkan “aku” secara metaforis. Kata kunci: bahasa visual; pesan; foto profil; media sosial
MUKA MU MUKA KU DALAM DUKA, PUN BUKAN DUKA KU: PERFORMATIVITY MUKA DALAM POSTER BELASUNGKAWA PARA POLITISI DI TRAGEDI STADION KANJURUHAN Cameron Malik; Eva Y.
ARTCHIVE: Indonesian Journal of Visual Arts and Design Vol 3, No 2 (2022): ARTCHIVE : Indonesia Journal of Visual Art and Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53666/artchive.v3i2.3192

Abstract

SISTEM EKOLOGI MASYARAKAT MINANGKABAU DALAM LAGU SOSOH PADA RITUAL TABUIK DI PARIAMAN SUMATRA BARAT CAMERON MALIK
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 6, No 1 (2016): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosoh song is a song that is played when the ritual took place tabuik. The existence of this song in the context of the ritual aims to facilitate the battle for ritual. Because the ritual aims to represent back tabuik experienced war Husein in Padang Karbala, Iraq. But the song is not only associated with ritual context but also the overall context of the Minangkabau culture. This indicates there is a reciprocal relationship between the songs with the construction of culture. In the view of ecology song of sosoh seen in the context of its relationship with the environment: both natural and social. Ecological thinking more emphasis on the aspect of relationships, networks and sustainability in a living system. Therefore sosoh tracks seen from the relationship and network with Minangkabau culture system as a whole.
Penerapan Design Thinking Pada Anak Dalam Mendaur Ulang Sampah Plastik di SDN 17 Tungkal Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat Ariesta, Olvyandra; Yanti, Eva; Rahman, Fadhul; Ajrina, Munifa; Siregar, Fari’idah; Malik, Cameron
Batoboh Vol 8, No 1 (2023): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v8i1.3655

Abstract

Pengabdian dengan topik Design Thingking dengan format camp ini bertujuan adalah pertama, memperkenalkan pendekatan design thinking kepada peserta didik, melaluinya akan dapat diperoleh dan pemahaman mengenai bakat dan potensi anak-anak didik disekolah. Kedua adalah untuk mensosialisasikan isu-isu mengenai pencemaran sampah plastic dimana para peserta didik akan didorong untuk memanfaatkan bahan plastic tersebut dalam berbagai bentuk seperti mainan, peralaan rumah tangga dan lain sebagainya. Hal yang didorong di sini adalah dimana para peserta didik akan diberikan referensi-referensi bentuk dan proses pengolahan plastic hingga menjadi suatu benda. Pendekatan dan metoda yang digunakan adalah design thinking dimana akan dilakukan melalui tahap-tahapan seperti Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. untuk membangun kepribadian problem solver di masyarakat bagi peserta didik
EKOLOGI MASYARAKAT MINANGKABAU PADA LAGU SOSOH DALAM UPACARA TABUIK DI PARIAMAN, SUMATRA BARAT Cameron Malik
Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi Vol. 23 No. 1 (2023)
Publisher : Surakarta: Jurusan Karawitan Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/keteg.v23i1.5167

Abstract

The Sosoh song is played during the Tabuik ceremony. Its purpose is to facilitate the battle in the ritual which aims to represent the war experienced by Husein in Karbala, Iraq. The aim of this research is to explore the relationship between the performance of the Sosoh song and the ecological system in Minangkabau culture. This study uses ethnographic methods with primary sources of data being field notes, interviews, and documentation. The results of this study show that the Sosoh song is not only related to the ritual context but also to Minangkabau culture as a whole. This is demonstrated by the reciprocal relationship between the song and cultural construction. It can be seen that the Sosoh song is an actualization of how the concept of resilience in maintaining sovereignty in a nagari within the cultural context is embodied in warfare during the ceremony. In conclusion, the Sosoh song has a significant role in Minangkabau culture and is not just limited to the context of the Tabuik ceremony. The research findings can help to raise awareness and appreciation of the cultural heritage of Minangkabau, and could potentially be used to promote the preservation and development of this unique culture.
Penguatan Kreativitas Anak melalui Workshop Menggambar dan Mewarnai di SD Negeri 33 Kalumbuk Sabri Mabra; Fauzan Romanov; Cameron Malik; Hanafi Malik; Heru Pranata
Batoboh Vol 11, No 1 (2026): BATOBOH: JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Seni Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v11i1.6073

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kreativitas anak usia sekolah dasar melalui kegiatan workshop menggambar dan mewarnai di SD Negeri 33 Kalumbuk, Kota Padang. Kreativitas anak merupakan aspek penting dalam perkembangan kognitif, emosional, dan estetis, namun dalam praktik pendidikan dasar sering kali belum mendapatkan ruang yang optimal. Kegiatan pengabdian ini dirancang menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang menempatkan anak sebagai subjek aktif dalam proses berkarya seni visual. Workshop dilaksanakan dengan memberikan kebebasan berekspresi kepada peserta melalui aktivitas menggambar dan mewarnai, disertai pendampingan yang persuasif dan reflektif. Data pengabdian diperoleh melalui observasi, dokumentasi kegiatan, dan refleksi bersama peserta serta guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa workshop mampu meningkatkan antusiasme, keberanian berekspresi, serta kepercayaan diri anak dalam menampilkan dan menceritakan karya visual mereka. Selain itu, keterlibatan guru dalam kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan praktik pembelajaran seni yang lebih fleksibel dan berorientasi pada proses. Pengabdian ini menegaskan bahwa kegiatan seni visual sederhana dapat menjadi strategi efektif untuk penguatan kreativitas anak dan berpotensi dikembangkan sebagai model pengabdian berbasis seni di lingkungan pendidikan dasar.
SISTEM EKOLOGI MASYARAKAT MINANGKABAU DALAM LAGU SOSOH PADA RITUAL TABUIK DI PARIAMAN SUMATRA BARAT CAMERON MALIK
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 6 No 1 (2016): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v6i1.11849

Abstract

Sosoh song is a song that is played when the ritual took place tabuik. The existence of this song in the context of the ritual aims to facilitate the battle for ritual. Because the ritual aims to represent back tabuik experienced war Husein in Padang Karbala, Iraq. But the song is not only associated with ritual context but also the overall context of the Minangkabau culture. This indicates there is a reciprocal relationship between the songs with the construction of culture. In the view of ecology song of sosoh seen in the context of its relationship with the environment: both natural and social. Ecological thinking more emphasis on the aspect of relationships, networks and sustainability in a living system. Therefore sosoh tracks seen from the relationship and network with Minangkabau culture system as a whole.