Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tren dan Inovasi Multimedia Pembelajaran Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di MI/SD Rizkiya Wulan Dari Panjaitan; Elmi Andina; Sri Anggita Ritonga
JURNAL TIPS Vol 4, No 1 (2026): In Progress
Publisher : UIN SU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD). Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran adalah penggunaan multimedia yang mengintegrasikan unsur teks, gambar, audio, video, animasi, dan interaktivitas untuk mendukung proses belajar mengajar. Kehadiran multimedia pembelajaran tidak hanya menjadi tren dalam pendidikan modern, tetapi juga menjadi inovasi yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik usia sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tren dan inovasi multimedia pembelajaran serta peranannya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MI/SD. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah, seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan multimedia pembelajaran dapat meningkatkan perhatian, minat, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar. Berbagai inovasi multimedia, seperti video pembelajaran interaktif, game edukatif, aplikasi pembelajaran berbasis digital, dan media animasi, terbukti mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Selain itu, multimedia pembelajaran juga membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih konkret sehingga memudahkan siswa dalam memahami konsep yang dipelajari. Dengan demikian, pemanfaatan multimedia pembelajaran yang inovatif dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MI/SD.
Tantangan dan Peluang Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia Ida Khairiyah Siregar; Elmi Andina; Nazwa Rahmadani Siregar; Sri Anggita Ritonga
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v4i1.2073

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah kebijakan transformasi pendidikan yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia sebagai jawaban atas masalah pembelajaran serta kebutuhan penyesuaian pendidikan di era digital saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengenali dan menganalisis berbagai tantangan serta peluang dalam penerapan Kurikulum Merdeka di berbagai tingkat pendidikan di Indonesia dengan menggunakan metode observasi pustaka. Metodologi yang diterapkan adalah kajian literatur dengan menganalisis 12 artikel penelitian yang relevan, yang terbit antara tahun 2022 hingga 2025, diambil melalui pencarian jurnal yang terindeks secara nasional. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka mencakup : (1) kekurangan fasilitas dan infrastruktur pendidikan; (2) rendahnya pemahaman serta kelayakan guru terhadap inti kurikulum; (3) kesulitan dalam melaksanakan evaluasi dan penilaian belajar ; (4) minimnya pelatihan serta pendampingan yang memadai bagi pendidik; dan (5) ketidakmerataan dukungan kebijakan antar kawasan. Sebaliknya, penelitian ini juga menemukan beberapa peluang strategi, diantaranya : peningkatan kreativitas dan kemandirian siswa, salah dalam merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lokal, penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila, serta peningkatan kompetensi keterampilan abad ke-21. Perbandingan dengan Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan kerangka kerja yang lebih fleksibel dan fokus pada pengembangan karakter yang menyeluruh, meskipun keberhasilan penerapannya sangat bergantung pada kesiapan seluruh ekosistem pendidikan. Penelitian ini menyarankan perlunya perbaikan pelatihan guru yang berkelanjutan, pemerataan infrastruktur pendidikan, serta kolaborasi antarpihak terkait untuk mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka di Indonesia.