Tyara Rhenata
Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tantangan Etika Manajemen Public Relations Di Era Generative Ai: Menjaga Autentisitas Narasi Korporat Dari Risiko Halusinasi Informasi Tyara Rhenata; Mutiara Meiliana Nugroho; Rania Azri Sobari; Lina Dwi Fatimah; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.4358

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi signifikan dalam praktik Public Relations (PR). Teknologi ini memungkinkan organisasi menghasilkan berbagai bentuk konten komunikasi secara cepat dan efisien, mulai dari siaran pers, konten media sosial, hingga analisis sentimen publik. Meskipun menawarkan berbagai manfaat, penggunaan AI juga menimbulkan tantangan etika yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satu risiko utama adalah fenomena AI hallucination, yaitu kondisi ketika sistem menghasilkan informasi yang tampak meyakinkan tetapi tidak sesuai dengan fakta. Selain itu, penggunaan AI yang berlebihan berpotensi menghasilkan komunikasi yang generik, kurang personal, dan tidak mencerminkan identitas organisasi secara autentik. Dalam konteks Public Relations, kondisi tersebut dapat memengaruhi kredibilitas organisasi serta menurunkan tingkat kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan etika penggunaan Generative AI dalam praktik Public Relations dan mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan untuk menjaga autentisitas narasi korporat. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tim Public Relations memiliki peran penting sebagai pengelola risiko komunikasi melalui verifikasi fakta, penyuntingan konten, penerapan prinsip human-in-the-loop, dan pengembangan tata kelola etika penggunaan AI. Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat memanfaatkan teknologi secara optimal tanpa mengorbankan integritas komunikasi dan kepercayaan publik.