Naufal Athiya Primananda
Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Konstruksi Dan Penguatan Citra Merek Melalui Strategi Public Relations Digital: Studi Kasus Somethinc Chatryna Lindu Irvanti; Silvia Dewi Saraswati; Eri Erlina; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.4228

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah mengubah strategi komunikasi pemasaran dan hubungan masyarakat (public relations) perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Public Relations Digital dalam membangun dan memperkuat citra merek Somethinc melalui pemanfaatan media sosial dan strategi content marketing. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, artikel, dan data pendukung lainnya yang relevan dengan Public Relations Digital dan citra merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial secara interaktif, penggunaan konten edukatif, serta kolaborasi dengan influencer mampu meningkatkan engagement, membangun kepercayaan konsumen, dan memperkuat citra merek Somethinc di era digital. Selain itu, citra merek yang positif juga berpengaruh terhadap loyalitas konsumen dan keputusan pembelian. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi strategi Public Relations Digital dan content marketing menjadi faktor penting dalam membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen serta mempertahankan daya saing brand di industri kecantikan digital.
Transformasi Government Public Relations Di Era Digital: Strategi Pemerintah Dalam Membangun Kepercayaan Publik Melalui Media Sosial, Studi Kasus Pemerintah Indonesia Periode 2021-2025 Farhan Zulfa Zhalifunnas; Nafisa Anlis Salsabila; Sisca Tata Pradita; Rila Velisita; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.4315

Abstract

Transformasi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam praktik Government Public Relations (GPR) di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemerintah Indonesia dalam membangun kepercayaan publik melalui media sosial pada periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari berbagai artikel jurnal nasional terakreditasi dan relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah mentransformasi pola komunikasi pemerintah dari model satu arah menjadi komunikasi yang lebih interaktif, partisipatif, dan transparan. Keberhasilan transformasi GPR dipengaruhi oleh penerapan komunikasi dua arah, responsivitas terhadap aspirasi masyarakat, serta kemampuan pemerintah dalam menjaga kredibilitas dan transparansi informasi. Temuan penelitian menegaskan bahwa media sosial merupakan instrumen strategis dalam memperkuat kepercayaan publik dan mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka di era digital.
Tantangan Etika Manajemen Public Relations Di Era Generative Ai: Menjaga Autentisitas Narasi Korporat Dari Risiko Halusinasi Informasi Tyara Rhenata; Mutiara Meiliana Nugroho; Rania Azri Sobari; Lina Dwi Fatimah; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.4358

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence (AI) telah membawa transformasi signifikan dalam praktik Public Relations (PR). Teknologi ini memungkinkan organisasi menghasilkan berbagai bentuk konten komunikasi secara cepat dan efisien, mulai dari siaran pers, konten media sosial, hingga analisis sentimen publik. Meskipun menawarkan berbagai manfaat, penggunaan AI juga menimbulkan tantangan etika yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satu risiko utama adalah fenomena AI hallucination, yaitu kondisi ketika sistem menghasilkan informasi yang tampak meyakinkan tetapi tidak sesuai dengan fakta. Selain itu, penggunaan AI yang berlebihan berpotensi menghasilkan komunikasi yang generik, kurang personal, dan tidak mencerminkan identitas organisasi secara autentik. Dalam konteks Public Relations, kondisi tersebut dapat memengaruhi kredibilitas organisasi serta menurunkan tingkat kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan etika penggunaan Generative AI dalam praktik Public Relations dan mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan untuk menjaga autentisitas narasi korporat. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tim Public Relations memiliki peran penting sebagai pengelola risiko komunikasi melalui verifikasi fakta, penyuntingan konten, penerapan prinsip human-in-the-loop, dan pengembangan tata kelola etika penggunaan AI. Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat memanfaatkan teknologi secara optimal tanpa mengorbankan integritas komunikasi dan kepercayaan publik.
Manajemen Public Relations dalam Menghadapi Krisis Kebocoran Data: Analisis Konseptual pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Anisa Nur Faizah; Fara Annisa Iqtania Putri; Abraham Wicaksono; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.4392

Abstract

Krisis kebocoran data telah menjadi isu strategis dalam pengelolaan komunikasi organisasi di era digital, terutama bagi perusahaan yang berperan dalam infrastruktur teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen public relations dalam menghadapi krisis kebocoran data dengan mengambil konteks pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebagai pengelola infrastruktur digital nasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat konseptual dengan mengandalkan kajian literatur serta analisis kasus sekunder terkait insiden serangan siber pada Pusat Data Nasional Sementara tahun 2024. Kerangka teori yang digunakan meliputi Situational Crisis Communication Theory (SCCT), Image Restoration Theory (IRT), serta konsep Digital Public Relations dan trust. Hasil analisis menunjukkan bahwa krisis kebocoran data tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga memengaruhi persepsi publik terhadap tanggung jawab organisasi, kepercayaan, dan reputasi. Strategi komunikasi yang efektif dipahami perlu mengintegrasikan transparansi informasi, respons cepat, komunikasi empatik, serta tindakan korektif sebagai bagian dari pesan komunikasi. Selain itu, peran public relations diposisikan sebagai crisis communicator, trust builder, dan reputation manager dalam mengelola dinamika krisis di ruang digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penguatan kerangka konseptual public relations berbasis digital serta menawarkan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi komunikasi krisis yang adaptif. Namun demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena tidak berbasis data empiris, sehingga penelitian lanjutan disarankan untuk menguji model konseptual secara kuantitatif maupun kualitatif.
Analisis Efektivitas Minimalist Slide Design Dalam Mengatasi Short Attention Span Pengguna Tiktok Dari Generasi Z Annisa Putri Dewi Ramadhani; Nofitasari; Nabila Putri Aldina; Eka Noviana; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 03 (2026): Juli - September
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas desain slide minimalis untuk mengatasi rentang perhatian yang pendek (short attention span) pada pengguna TikTok dari Generasi Z. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi literatur, peneliti mengkaji dan mensintesis 11 sumber pustaka yang terdiri dari artikel jurnal nasional maupun internasional, buku, serta laporan penelitian yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2026. Sumber-sumber tersebut mencakup topik desain visual minimalis, psikologi perhatian, dan perilaku digital Generasi Z. Hasil sintesis menunjukkan bahwa elemen-elemen inti desain slide minimalis, yaitu penyederhanaan tampilan visual, pemanfaatan white space secara proporsional, hierarki tipografi yang jelas, serta pembatasan satu pesan utama pada setiap slide, mampu mengurangi beban kognitif yang tidak relevan (extraneous cognitive load). Temuan ini selaras dengan prinsip coherence dalam Cognitive Theory of Multimedia Learning. Pengurangan beban kognitif tersebut memberikan dampak positif berupa peningkatan retensi pesan, kenyamanan visual, serta durasi waktu tontonan (watch time) bagi audiens Generasi Z yang terbiasa dengan pola konsumsi konten cepat dan terus-menerus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain slide minimalis bukan sekadar pilihan estetika, melainkan strategi komunikasi visual yang sesuai dengan karakteristik kognitif Generasi Z di era konten video pendek. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi kreator konten, desainer komunikasi visual, dan pelaku bisnis digital dalam menyusun materi presentasi maupun konten edukatif yang lebih efektif di platform TikTok.
Analisis Strategi Community Relations Melalui Program CSR Pendidikan: (Studi Kasus: Bank Indonesia dan Komunitas GenBI) Puspa Ayu Sriningtyas Surya Kusuma Samara Tungga; Linda Putri Anggraini; Diki Setiawan; Elgaza Indhirapury Ardana; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 03 (2026): Juli - September
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i03.4576

Abstract

Program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan telah berkembang menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangun hubungan yang bermakna antara korporasi dan komunitas sekitarnya. Bank Indonesia, sebagai bank sentral Republik Indonesia, menjalankan program beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) yang tidak sekadar berfungsi sebagai bentuk filantropi, melainkan juga sebagai platform strategis untuk membentuk ekosistem mahasiswa berprestasi yang memiliki kedekatan emosional dan ideologis dengan institusi. Artikel ini bertujuan menganalisis strategi community relations yang diterapkan Bank Indonesia melalui program CSR pendidikan GenBI, mencakup desain program, mekanisme implementasi, efektivitas relasional, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal, didukung oleh analisis dokumen, observasi terhadap kegiatan komunitas GenBI, serta kajian literatur sistematis terhadap sumber-sumber ilmiah mutakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi community relations Bank Indonesia dalam program GenBI mencakup empat dimensi utama: pemberdayaan sumber daya manusia, pembangunan identitas komunitas, komunikasi dua arah yang berkelanjutan, dan pengembangan modal sosial. Efektivitas program terlihat dari terbentuknya loyalitas komunitas dan penguatan citra institusional Bank Indonesia di kalangan generasi muda. Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, seperti kesenjangan distribusi program, ketergantungan pada pendanaan tunggal, dan variasi kualitas implementasi antarwilayah. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis terhadap literatur community relations dan CSR strategis, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pengelola program CSR di lembaga keuangan publik.
Pengaruh Pemberitaan BPOM Tentang Kosmetik Berbahaya Terhadap Citra Merek Daviena Skincare Sentut Mulya Maura; Yulias Kristianingsih; Viona Elmiera Fatikawa; Mawli Dyah Salma Nabila; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 03 (2026): Juli - September
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i03.4594

Abstract

Perkembangan industri kosmetik di Indonesia yang semakin pesat mendorong meningkatnya persaingan antarmerek dalam membangun citra positif di mata konsumen. Dalam situasi tersebut, informasi yang beredar melalui media massa dan media digital memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu merek. Salah satu isu yang memperoleh perhatian publik adalah pemberitaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai temuan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang, termasuk produk yang dikaitkan dengan Daviena Skincare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberitaan BPOM tentang kosmetik berbahaya terhadap citra merek Daviena Skincare dari perspektif Public Relations dan komunikasi krisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis dokumentasi. Data diperoleh dari publikasi resmi BPOM, artikel berita daring, jurnal ilmiah, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan citra merek, brand trust, komunikasi massa, Public Relations, dan krisis reputasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan BPOM mengenai kosmetik berbahaya berpengaruh terhadap pembentukan persepsi negatif masyarakat terhadap Daviena Skincare, terutama berkaitan dengan keamanan produk, kualitas, dan kredibilitas merek. Kredibilitas BPOM sebagai lembaga resmi negara memperkuat penerimaan pesan oleh publik, sedangkan intensitas pemberitaan media dan penyebaran informasi di media sosial memperluas dampak reputasional yang ditimbulkan. Kondisi tersebut memengaruhi brand trust konsumen dan menempatkan Daviena Skincare dalam situasi krisis reputasi yang memerlukan strategi komunikasi krisis yang cepat, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, perusahaan kosmetik perlu menempatkan fungsi Public Relations sebagai bagian strategis dalam pengelolaan isu, pemulihan kepercayaan publik, dan perlindungan citra merek di tengah dinamika informasi digital.
Personal Branding Sebagai Katalis Gerakan Sosial Inklusif: Studi Kasus Topik Sudirman Dan Movement Gendut Berlari Intan Kusuma Rosadi; Grace Sheila Pretty Maharani; Andika Yudistira Kusuma Nugroho; Dian Kartini Ayuningtyas; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 03 (2026): Juli - September
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i03.4623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana personal branding yang dibangun oleh Topik Sudirman berperan sebagai katalis dalam membentuk dan mempertahankan gerakan sosial inklusif Gendut Berlari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam. Sumber data terdiri atas satu informan utama, yaitu pendiri gerakan, serta empat informan pendukung yang merupakan anggota gerakan, yang dilengkapi dengan literatur ilmiah nasional dan internasional serta data dari sumber kredibel. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Topik Sudirman dibangun melalui narasi autentik berupa pengalaman pribadi sebagai penyandang tubuh besar yang pernah mengalami stigma dan body shaming, bukan melalui strategi pemasaran yang dirancang sejak awal. Keterbukaan dalam membagikan proses, bukan hanya hasil, menumbuhkan kepercayaan dan ikatan parasosial yang kuat dengan audiens, yang kemudian mendorong sebagian besar dari mereka untuk bergabung dalam gerakan Gendut Berlari. Nilai inklusivitas yang diusung melalui prinsip “no one left behind” menjadi pembeda utama dibandingkan komunitas olahraga lain, sehingga personal branding individu berhasil bertransformasi menjadi identitas kolektif sebuah gerakan sosial yang memberi ruang aman bagi kelompok bertubuh besar untuk hidup lebih sehat tanpa rasa takut dinilai. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian personal branding yang tidak hanya berhenti pada level individu, tetapi meluas pada pembentukan gerakan sosial berbasis komunitas.
Peran Media Relations Dalam Manajemen Krisis Reputasi Akibat Cancel Culture Di Media Sosial Inayah Najwa Nur Jannah Wulandari; Brenda Ratulia Putri Primayandi; Akbar Nagar; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.4699

Abstract

Fenomena cancel culture yang berkembang pesat di media sosial telah menjadi salah satu penyebab utama krisis reputasi bagi individu, merek, dan organisasi pada era digital. Artikel ini bertujuan mengkaji peran strategis media relations dalam manajemen krisis reputasi yang dipicu oleh cancel culture di platform media sosial. Dengan menggunakan metode studi literatur sistematis dan analisis konten terhadap berbagai kasus empiris, penelitian ini menemukan bahwa media relations yang responsif, transparan, dan terkoordinasi secara proaktif mampu meredam eskalasi krisis reputasi secara signifikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa organisasi yang mengintegrasikan strategi media relations—meliputi klarifikasi cepat, komunikasi pesan yang konsisten, dan kolaborasi dengan media digital—berhasil memperpendek durasi krisis dan memulihkan kepercayaan publik lebih efektif dibandingkan organisasi yang bereaksi secara reaktif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesiapan protokol komunikasi krisis dan pemantauan media sosial secara berkelanjutan sebagai bagian integral dari manajemen reputasi modern.
Analisis Efektivitas Komunikasi Krisis Melalui Press Release Pada Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Di Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jefferson Christofal Bintang Nugroho; Vilda Mutiara Lyoni; Fatma Rustika; Mahir Septiyani; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.4719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas press release sebagai bentuk komunikasi krisis dalam merespons kasus dugaan pelecehan seksual di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis berita dan studi literatur dari jurnal komunikasi krisis, public relations, dan press release. Hasil penelitian menunjukkan bahwa press release memiliki peran penting dalam menyampaikan klarifikasi kepada publik, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh kejelasan pesan, transparansi informasi, responsivitas, dan kredibilitas komunikasi yang disampaikan oleh institusi. Selain itu, dinamika media digital dan tekanan publik turut memengaruhi persepsi masyarakat terhadap komunikasi yang dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi komunikasi krisis melalui press release di era digital.