Abraham Wicaksono
Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Public Relations dalam Menghadapi Krisis Kebocoran Data: Analisis Konseptual pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Anisa Nur Faizah; Fara Annisa Iqtania Putri; Abraham Wicaksono; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 02 (2026): April - Juni
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i02.4392

Abstract

Krisis kebocoran data telah menjadi isu strategis dalam pengelolaan komunikasi organisasi di era digital, terutama bagi perusahaan yang berperan dalam infrastruktur teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen public relations dalam menghadapi krisis kebocoran data dengan mengambil konteks pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sebagai pengelola infrastruktur digital nasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat konseptual dengan mengandalkan kajian literatur serta analisis kasus sekunder terkait insiden serangan siber pada Pusat Data Nasional Sementara tahun 2024. Kerangka teori yang digunakan meliputi Situational Crisis Communication Theory (SCCT), Image Restoration Theory (IRT), serta konsep Digital Public Relations dan trust. Hasil analisis menunjukkan bahwa krisis kebocoran data tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga memengaruhi persepsi publik terhadap tanggung jawab organisasi, kepercayaan, dan reputasi. Strategi komunikasi yang efektif dipahami perlu mengintegrasikan transparansi informasi, respons cepat, komunikasi empatik, serta tindakan korektif sebagai bagian dari pesan komunikasi. Selain itu, peran public relations diposisikan sebagai crisis communicator, trust builder, dan reputation manager dalam mengelola dinamika krisis di ruang digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penguatan kerangka konseptual public relations berbasis digital serta menawarkan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi komunikasi krisis yang adaptif. Namun demikian, penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena tidak berbasis data empiris, sehingga penelitian lanjutan disarankan untuk menguji model konseptual secara kuantitatif maupun kualitatif.