Viona Elmiera Fatikawa
Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberitaan BPOM Tentang Kosmetik Berbahaya Terhadap Citra Merek Daviena Skincare Sentut Mulya Maura; Yulias Kristianingsih; Viona Elmiera Fatikawa; Mawli Dyah Salma Nabila; Naufal Athiya Primananda
CITACONOMIA : Economic and Business Studies Vol. 5 No. 03 (2026): Juli - September
Publisher : CITACONOMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/citaconomia.v5i03.4594

Abstract

Perkembangan industri kosmetik di Indonesia yang semakin pesat mendorong meningkatnya persaingan antarmerek dalam membangun citra positif di mata konsumen. Dalam situasi tersebut, informasi yang beredar melalui media massa dan media digital memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu merek. Salah satu isu yang memperoleh perhatian publik adalah pemberitaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai temuan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang, termasuk produk yang dikaitkan dengan Daviena Skincare. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberitaan BPOM tentang kosmetik berbahaya terhadap citra merek Daviena Skincare dari perspektif Public Relations dan komunikasi krisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis dokumentasi. Data diperoleh dari publikasi resmi BPOM, artikel berita daring, jurnal ilmiah, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan citra merek, brand trust, komunikasi massa, Public Relations, dan krisis reputasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan BPOM mengenai kosmetik berbahaya berpengaruh terhadap pembentukan persepsi negatif masyarakat terhadap Daviena Skincare, terutama berkaitan dengan keamanan produk, kualitas, dan kredibilitas merek. Kredibilitas BPOM sebagai lembaga resmi negara memperkuat penerimaan pesan oleh publik, sedangkan intensitas pemberitaan media dan penyebaran informasi di media sosial memperluas dampak reputasional yang ditimbulkan. Kondisi tersebut memengaruhi brand trust konsumen dan menempatkan Daviena Skincare dalam situasi krisis reputasi yang memerlukan strategi komunikasi krisis yang cepat, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, perusahaan kosmetik perlu menempatkan fungsi Public Relations sebagai bagian strategis dalam pengelolaan isu, pemulihan kepercayaan publik, dan perlindungan citra merek di tengah dinamika informasi digital.