Penguatan literasi sejarah dan budaya berbasis kearifan lokal Aceh menjadi penting di era digital sebagai upaya menjaga identitas budaya, memperkuat karakter peserta didik, serta mendukung keberlanjutan budaya damai. Perkembangan teknologi informasi yang pesat memberikan kemudahan akses pengetahuan, namun juga berpotensi mengurangi kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi sejarah dan budaya berbasis kearifan lokal Aceh sebagai sarana penguatan karakter dimensi Profil Lulusan dalam mendukung sustainable peacebuilding di era digital. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 5 Langsa dengan melibatkan 26 siswa kelas XI yang dipilih secara purposif berdasarkan rekomendasi sekolah sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, diskusi interaktif, pendampingan, serta evaluasi. Data evaluasi kegiatan dikumpulkan melalui observasi, angket respons peserta, dan dokumentasi. Kegiatan didukung dengan pemanfaatan Museum Virtual Sejarah dan Budaya Aceh serta Self-Up Library sebagai media literasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap sejarah dan budaya Aceh, kesadaran akan pentingnya pelestarian kearifan lokal, serta penguatan nilai karakter Profil Lulusan. Evaluasi kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif, dengan 96,15% peserta menyatakan bahwa kegiatan bermanfaat dalam meningkatkan wawasan sejarah dan budaya lokal. Dengan demikian, penguatan literasi sejarah dan budaya berbasis kearifan lokal Aceh melalui pemanfaatan media digital efektif mendukung penguatan karakter dimensi Profil Lulusan dan sustainable peacebuilding di era digital. Pengabdian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan model literasi sejarah berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dengan media pembelajaran digital.