Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Survival Ability And Mental Health Of Women Conflict Survivors In Aceh (1989–2005): A Reflection On Twenty Years Of Peace Reni Nuryanti; Zaujatul Amna; Ardian Fahri; Bachtiar Akob
PURBAWIDYA Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15(1) Juni 2026
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/purbawidya.2026.14409

Abstract

Two decades after the end of the armed conflict in Aceh (1989–2005), issues related to the mental health of women survivors remain highly significant. Military operations conducted during the periods of the Military Operational Zone (DOM), the Humanitarian Pause, Martial Law, and Civil Emergency generated profound trauma that shaped the chronicity of Acehnese women life experiences. This study aims to analyze the forms of survival ability developed by women affected by the conflict and their implications for mental health, drawing on Vigh’s (2008) concept of chronicity. This research employs historical literature studies and fieldwork based on feminist oral history through in-depth interviews and focus group discussions (FGDs) with 42 informants from Pidie, North Aceh, and East Aceh. The findings reveal that women experienced cumulative and multi-layered psychological trauma, manifested as Post-Traumatic Stress Reaction (PTSR), Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), and chronic depression at the same time, women developed survival abilities across four main domains: psychological, social, political, and cultural. The psychological domain is reflected in the optimization of spiritual and emotional coping through religious practices. The social domain is supported by children, families, relatives, communities, and assisting organizations such as Flower Aceh. The political domain is evident in women’s participation in peace movements, while the cultural domain is embodied in local wisdom, including meusare-sare, lullabies such as Dodaidi and Aneuk Yatim, literary works, and traditional dances. These finding confirm that survival abilities rooted in local wisdom and community support play a significant role in strengthening resilience and psychological well-being among women survivors of the Aceh conflict.
Penguatan Literasi Sejarah dan Budaya Aceh untuk Mendukung Dimensi Profil Lulusan dan Sustainability Peace Building di Era Digital Ardian Fahri; Risdam Habibi Hasibuan; Mayang Indah; Fuji Astuti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4968

Abstract

Penguatan literasi sejarah dan budaya berbasis kearifan lokal Aceh menjadi penting di era digital sebagai upaya menjaga identitas budaya, memperkuat karakter peserta didik, serta mendukung keberlanjutan budaya damai. Perkembangan teknologi informasi yang pesat memberikan kemudahan akses pengetahuan, namun juga berpotensi mengurangi kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi sejarah dan budaya berbasis kearifan lokal Aceh sebagai sarana penguatan karakter dimensi Profil Lulusan dalam mendukung sustainable peacebuilding di era digital. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 5 Langsa dengan melibatkan 26 siswa kelas XI yang dipilih secara purposif berdasarkan rekomendasi sekolah sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, diskusi interaktif, pendampingan, serta evaluasi. Data evaluasi kegiatan dikumpulkan melalui observasi, angket respons peserta, dan dokumentasi. Kegiatan didukung dengan pemanfaatan Museum Virtual Sejarah dan Budaya Aceh serta Self-Up Library sebagai media literasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap sejarah dan budaya Aceh, kesadaran akan pentingnya pelestarian kearifan lokal, serta penguatan nilai karakter Profil Lulusan. Evaluasi kegiatan menunjukkan respons yang sangat positif, dengan 96,15% peserta menyatakan bahwa kegiatan bermanfaat dalam meningkatkan wawasan sejarah dan budaya lokal. Dengan demikian, penguatan literasi sejarah dan budaya berbasis kearifan lokal Aceh melalui pemanfaatan media digital efektif mendukung penguatan karakter dimensi Profil Lulusan dan sustainable peacebuilding di era digital. Pengabdian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan model literasi sejarah berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dengan media pembelajaran digital.
Integrasi Konsep Literasi Vokasional melalui Berpikir Kreatif dan Berpikir Kritis Siswa SMK: Kajian Pustaka Citra Rafika Utari; Febriana Khoiriyah; Adi Wiranata; Rani Oktapia; Ardian Fahri
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v11i1.5346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi konsep literasi vokasional melalui kemampuan berpikir kreatif dan berpikir kritis siswa SMK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan siswa SMK dalam memahami dunia kerja, menyelesaikan masalah, dan menghasilkan ide atau solusi yang sesuai dengan bidang keahliannya. Metode penelitian ini menggunakan kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari berbagai literatur, seperti artikel jurnal, buku, dokumen kebijakan, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan literasi vokasional, berpikir kreatif, berpikir kritis, dan pembelajaran SMK. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi vokasional mencakup kemampuan memahami pengetahuan kejuruan, prosedur kerja, sikap profesional, teknologi, komunikasi, dan kerja sama. Berpikir kritis membantu siswa menganalisis masalah dan mengambil keputusan secara tepat. Sementara itu, berpikir kreatif membantu siswa menemukan ide baru, membuat produk, dan mengembangkan solusi yang inovatif. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi literasi vokasional melalui berpikir kreatif dan berpikir kritis penting diterapkan dalam pembelajaran SMK. Integrasi ini dapat membantu siswa menjadi lulusan yang terampil, kritis, kreatif, adaptif, dan siap menghadapi dunia kerja