A. Agusniati Agusniati
Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi Dalam Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pelajaran IPS Siswa Kls V UPT SPF SDN Ujung Tanah 1 Kota Makassar Lindahsari Lindahsari; Andi Hamsiah; A. Agusniati Agusniati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas V di UPT SPF SDN Ujung Tanah 1 Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi, seperti pembelajaran berbasis proyek, diskusi kelompok, dan eksplorasi berbasis minat, secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, termasuk kemampuan analisis masalah, sintesis perspektif, pengambilan keputusan, serta penyusunan argumentasi berbasis data. Penelitian ini juga menemukan tantangan implementasi, seperti keterbatasan waktu, pengelolaan kelas heterogen, dan sumber daya pembelajaran yang terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah menerapkan berbagai kebijakan pendukung, seperti forum diskusi guru, pelatihan berkelanjutan, dan penyediaan teknologi pembelajaran. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah pengembangan model Pembelajaran Berdiferensiasi Terintegrasi Digital (PBDT) dan sistem penilaian multi-dimensi berbasis portofolio digital. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya pendekatan holistik, kolaboratif, dan adaptif dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran berdiferensiasi. This study aims to analyze the implementation of differentiated instruction in developing critical thinking skills in fifth-grade social studies at UPT SPF SDN Ujung Tanah 1, Makassar City. The research employed a qualitative case study design, utilizing in-depth interviews, participatory observations, and documentation. The findings revealed that differentiated teaching strategies—such as project-based learning, group discussions, and interest-based exploration—significantly enhanced students’ critical thinking capabilities, including problem analysis, perspective synthesis, decision-making, and data-based argumentation. The study also identified several challenges in implementation, including limited planning time, difficulties in managing heterogeneous classrooms, and constrained learning resources. To address these issues, the school implemented supportive policies such as teacher discussion forums, continuous professional development, and access to learning technologies. A major contribution of this research is the development of the Digitally Integrated Differentiated Learning (PBDT) model and a multidimensional digital portfolio-based assessment system. The implications underscore the necessity of a holistic, collaborative, and adaptive approach to fostering critical thinking skills through differentiated instruction.
Pengembangan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka di UPT SPF SD Negeri Bayang Kota Makassar Yuspita Dewi; Muhammad Yunus; A. Agusniati Agusniati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6166

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui kelayakan modul projek penguatan profil pelajar Pancasila kurikulum merdeka, (2) mengetahui, kepraktisan modul projek penguatan profil pelajar Pancasila kurikulum merdeka, dan (3) mengetahui keefektifan modul projek penguatan profil pelajar Pancasila kurikulum merdeka. Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah pengembangan model ADDIE yang meliputi kegiatan analysis, design, development, implementation and evaluation. Subjek pada penelitian ini terdiri dari uji kelompok kecil sebanyak 25 peserta didik dan uji kelompok kecil sebanyak 50 peserta didik yang berasal dari kelas V. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen validasi ahli bahasa, ahli media, ahli materi, angket respons kepraktisan, lembar observasi kepraktisan, tes hasil belajar, observasi sikap dan angket sikap peserta didik. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) modul projek penguatan profil pelajar Pancasila kurikulum merdeka dinyatakan layak oleh ahli bahasa, ahli media dan ahli materi dengan kategori sangat layak, (2) modul projek penguatan profil pelajar Pancasila kurikulum merdeka dinyatakan praktis berdasarkan lembar observasi kepraktisan modul projek dengan kategori sangat praktis, dan (3) modul projek penguatan profil pelajar Pancasila kurikulum merdeka dinyatakan efektif terhadap hasil belajar peserta didik pada uji kelompok kecil dan uji kelompok besar, lembar observasi dan angket sikap dengan kategori sangat efektif. This research aims to: (1) determine the feasibility of the project module strengthening the profile of independent curriculum Pancasila students, (2) determine the practicality of the project module strengthening the profile of independent curriculum Pancasila students, and (3) determine the effectiveness of the project module strengthening the profile of independent curriculum Pancasila students. This research and development refeers to the ADDIE model development steps which include analysis, design, development, implementation and evaluation activities. The subjects in this study consisted of a small group test of 25 students and a small group test of 50 students from class V. Data collection was carried out using validation instruments for linguists, media experts, material experts, practicality responses questionnaires, practicality observation sheets, learning outcomes tests, attitude observations and student attitude questionnaires. The data analysis technique used descriptive statistical analysis. The results showed: (1) the project module strengthening the profile of students of the Pancasila independent curriculum was declared feasible by linguists, media experts and material experts with the category very feasible, (2) the project module strengthening the profile of students of the Pancasila independent curriculum was declared practical based on the project module practicality observation sheet with the category very practical, and (3) the project module strengthening the profile of students of the Pancasila independent curriculum was declared effective on student learning outcomes in small group tests and large group tests, observation sheets and attitude questionnaires with the category very effective.
Peran Guru Penggerak Sebagai Kepala Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru Di Sekolah Dasar Kota Makassar Syahruni Arisandy Arisandy; Muhammad Yunus Yunus; A. Agusniati Agusniati
Jounal of Primary Education Vol 6 No 2 (2026): Bosowa Journal of Education, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v6i2.6171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru penggerak sebagai kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar Kota Makassar, menganalisis strategi yang digunakan oleh guru penggerak sebagai kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan guru penggerak sebagai kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru dan mengevaluasi dampak kepemimpinan guru penggerak sebagai kepala sekolah terhadap kinerja guru dan kualitas pendidikan di sekolah dasar Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dari informan utama, informan pendukung dan informan kunci dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru penggerak sebagai kepala sekolah memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kinerja guru, melalui peningkatan kemampuan mengajar, peningkatan motivasi, dan peningkatan kerja sama antar guru. Guru penggerak sebagai kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru melalui strategi seperti pembinaan, pelatihan dan supervisi. Faktor-faktor seperti kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan guru penggerak sebagai kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, serta menunjukkan bahwa dampak kepemimpinan guru penggerak sebagai kepala sekolah terhadap kinerja guru dan kualitas pendidikan di sekolah dasar. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peran guru penggerak sebagai kepala sekolah sangat penting dalam meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar Kota Makassar. Adapun penelitian ini juga menemukan beberapa faktor penghambat atau tantangan yang dihadapi oleh guru penggerak sebagai kepala sekolah dalam upaya meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar kota Makassar, antara lain: (1) keterbatasan sumber daya, (2) kurangnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, (3) kesulitan dalam mengelola waktu dan tugas, (4) kurangnya kemampuan kepemimpinan dan manajerial, dan (5) resistensi dari beberapa guru yang tidak siap untuk berubah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kinerja guru di sekolah dasar kota Makassar dan dapat menjadi referensi untuk penelitian lainnya. This research aims to: (1) determine the feasibility of the project module strengthening the profile of independent curriculum Pancasila students, (2) determine the practicality of the project module strengthening the profile of independent curriculum Pancasila students, and (3) determine the effectiveness of the project module strengthening the profile of independent curriculum Pancasila students. This research and development refers to the ADDIE model development steps which include analysis, design, development, implementation and evaluation activities. The subjects in this study consisted of a small group test of 25 students and a small group test of 50 students from class V. Data collection was carried out using validation instruments for linguists, media experts, material experts, practicality responses questionnaires, practicality observation sheets, learning outcomes tests, attitude observations and student attitude questionnaires. The data analysis technique used descriptive statistical analysis. The results showed: (1) the project module strengthening the profile of students of the Pancasila independent curriculum was declared feasible by linguists, media experts and material experts with the category very feasible, (2) the project module strengthening the profile of students of the Pancasila independent curriculum was declared practical based on the project module practicality observation sheet with the category very practical, and (3) the project module strengthening the profile of students of the Pancasila independent curriculum was declared effective on student learning outcomes in small group tests and large group tests, observation sheets and attitude questionnaires with the category very effective.