Permasalahan dalam penelitian didasari pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar. Siswa seringkali mengalami kesulitan dalam memahami isi materi pembelajaran yang disampaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh serta peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis melalui penggunaan model Problem Based Learning (PBL) yang di kombinasikan dengan media Papan Susun Perkalian. Penelitian ini menerapkan metode pendekatan kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Partisipan dalam penelitian ini terdiri atas 56 siswa yang dijadikan sampel melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan mengguakan instrument tes berupa esai yang terdiri atas lima soal guna mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dan instrument non-tes berupa dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Papan Susun Perkalian lebih efektif dibandingkan dengan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menunjukkan peningkatan sebesar 67% setelah model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Papan Susun Perkalian diterapkan. Model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Papan Susun Perkalian dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan matematis siswa Pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan Papan Susun Perkalian memberikan pengaruh sebesar 67% terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, sedangkan sisanya sebesar 33% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih lanjut faktor-faktor lainnya yang dapat memengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa agar diperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif.