Ida Rosianna Imelda Manalu
Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Learning Obstacles dalam Pemahaman Konsep Operasi Hitung Bilangan Bulat Siswa di UPTD SMP Negeri 2 Pulo Bandring Ida Rosianna Imelda Manalu; Cut Latifah Zahari
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4664

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis learning obstacles dalam pemahaman konsep operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat siswa kelas VII di UPTD SMP Negeri 2 Pulo Bandring. Fokus penelitian meliputi tingkat pemahaman konsep siswa, bentuk hambatan belajar, keterkaitan hambatan dengan kesalahan siswa, serta faktor penyebabnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan subjek utama delapan siswa kelas VII yang dipilih secara purposive berdasarkan variasi hasil tes diagnostik. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi data tes, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa masih didominasi oleh pemahaman instrumental dan transisi, sedangkan pemahaman relasional belum tampak secara utuh. Hambatan yang ditemukan meliputi epistemological obstacles, didactical obstacles, dan ontogenic obstacles, dengan epistemological obstacles sebagai hambatan paling dominan. Kesalahan utama siswa berkaitan dengan miskonsepsi bilangan negatif, penggunaan aturan tanda secara mekanis, kesulitan membedakan tanda operasi dan tanda bilangan, serta ketidakmampuan mengaitkan simbol dengan konteks. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bilangan bulat perlu dirancang secara kontekstual, menggunakan representasi konkret, dan memberi ruang bagi siswa untuk menjelaskan proses berpikir matematisnya.