p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Perikanan
Surianti Surianti
Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFFECTIVENESS OF USING PAPAYA SEED EXTRACT (Carica papaya L.) AS A GONAD MATURITY INHIBITOR FOR NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus) Halil Halil; Damis Damis; Surianti Surianti
Vol 16 No 1 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i1.1823

Abstract

One of the rapidly growing cultivation businesses in the Sidenreng Rappang Regency is tilapia cultivation, but in the cultivation process of tilapia commodities, problems are often found, including stunted growth, relatively long harvest times, and large amounts of feed consumption, which increase the number of losses during cultivation. In other words, tilapia is a type of commodity that has a fast fertilization process, so an alternative material is needed to determine good gonads in the growth and survival of tilapia, so the alternative material used is papaya seed extract. This study aims to determine and study the dosage of papaya seed extract used to see the level of gonad maturity, growth, and survival of female tilapia. This study will be conducted from February to May 2025, located at Jl. Ahmad Taufik, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency, South Sulawesi, Indonesia. The study used 4 treatments, namely treatment A. Commercial feed 100 gr + Papaya seed extract 0 ml / kg feed (100% feed), in treatment B. Commercial feed 100 gr + Papaya seed extract 0.1 ml / kg feed, while treatment C. Commercial feed 100 gr + Papaya seed extract 0.2 ml / kg feed, and treatment D. Commercial feed 100 gr + Papaya seed extract 0.3 ml / kg feed, with 3 repetitions. Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) and a simple analysis was carried out in looking at primary metabolites in the liquid.
PENGARUH DOSIS TEPUNG TULANG ITIK TERFERMENTASI MENGGUNAKAN MIKROORGANISME MIX TERHADAP PENINGKATAN NUTRISI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Zennur Rahman Hadi; Surianti Surianti; Hasrianti Hasrianti
Vol 15 No 5 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i5.1834

Abstract

Harga pakan ikan di Indonesia yang sangat mahal, khususnya di Kabupaten Sidenreng Rappang yang masih menjadi salah satu permasalahan utama didalam proses budidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis mikroorganisme mix terhadap tingkat konsumsi pakan, pertumbuhan ikan nila, dan hepatosomatik index (HIS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 15 wadah percobaan, wadah yang digunakan keramba jaring apung yang berukuran panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 50 cm sebanyak 3 buah. Adapun lebar masing-masing sekat jaring keramba adalah 40 cm persegi, sebanyak 15 sekat. Perlakuan A = 10 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan B = 15 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan C = 20 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan D = 25 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan E = 30 % tepung tulang itik terfermentasi. Sampling dilakukan setiap minggu, untuk mengetahui bobot hewan uji dan penyesuaian pemberian pakan. Data di analisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji W-Tukey untuk melihat perlakuan mana yang memberikan hasil terbaik. Pengukuran kualitas air dilakukan setiap hari dengan menggunakan alat ukur termometer digital dan pH meter. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan nilai terbaik pada analisis proksimat pakan adalah perlakuan perlakuan D dengan nilai protein kasar 38,72%. Pada parameter pertumbuhan dan komsumsi pakan adalah perlakuan D dengan nilai pertumbuhan (4,796±0,10) dan nilai komsumsi pakan (11,73±0,13). Sedangkan di parameter Hepatosomatik Indeks perlakuan A (3,11±0,32).