p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Perikanan
Hasrianti Hasrianti
Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH DOSIS TEPUNG TULANG ITIK TERFERMENTASI MENGGUNAKAN MIKROORGANISME MIX TERHADAP PENINGKATAN NUTRISI PAKAN DAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Zennur Rahman Hadi; Surianti Surianti; Hasrianti Hasrianti
Vol 15 No 5 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i5.1834

Abstract

Harga pakan ikan di Indonesia yang sangat mahal, khususnya di Kabupaten Sidenreng Rappang yang masih menjadi salah satu permasalahan utama didalam proses budidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan dosis mikroorganisme mix terhadap tingkat konsumsi pakan, pertumbuhan ikan nila, dan hepatosomatik index (HIS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 15 wadah percobaan, wadah yang digunakan keramba jaring apung yang berukuran panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 50 cm sebanyak 3 buah. Adapun lebar masing-masing sekat jaring keramba adalah 40 cm persegi, sebanyak 15 sekat. Perlakuan A = 10 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan B = 15 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan C = 20 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan D = 25 % tepung tulang itik terfermentasi, Perlakuan E = 30 % tepung tulang itik terfermentasi. Sampling dilakukan setiap minggu, untuk mengetahui bobot hewan uji dan penyesuaian pemberian pakan. Data di analisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji W-Tukey untuk melihat perlakuan mana yang memberikan hasil terbaik. Pengukuran kualitas air dilakukan setiap hari dengan menggunakan alat ukur termometer digital dan pH meter. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan nilai terbaik pada analisis proksimat pakan adalah perlakuan perlakuan D dengan nilai protein kasar 38,72%. Pada parameter pertumbuhan dan komsumsi pakan adalah perlakuan D dengan nilai pertumbuhan (4,796±0,10) dan nilai komsumsi pakan (11,73±0,13). Sedangkan di parameter Hepatosomatik Indeks perlakuan A (3,11±0,32).
MORPHOMETRIC CHARACTERISTICS, MERISTICS, AND GROWTH PATTERNS OF SAILFIN CATFISH (Pterygoplichthys sp.) IN SIDENRENG LAKE Muh. Ramdansyah; Hasrianti Hasrianti; Muhammad Bibin
Vol 15 No 5 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i5.2002

Abstract

The sailfin catfish (Pterygoplichthys sp.) is an invasive species that has rapidly proliferated in Lake Sidenreng and poses ecological threats through food competition, habitat degradation, and disruption of native fish communities. This study aims to analyze the morphometric, meristic, and growth characteristics of sailfin catfish as a basis for understanding its biological traits and for developing management strategies to control its invasive population in Lake Sidenreng. The research was conducted from January to March 2025 using a quantitative descriptive method with a total sample of 400 individuals, all of which were used for the length–weight relationship analysis. From this total sample, 100 individuals were randomly selected for morphometric measurements (24 body characters) and meristic observations (counts of dorsal, pectoral, pelvic, anal, and caudal fin rays). The results showed an average total length of 30.09 cm (range 15.7–39.4 cm), with relatively narrow meristic variation, indicating population homogeneity. The length–weight analysis revealed negative allometric growth for both sexes. Males exhibited a low R² value (0.2134), indicating high variability in body weight associated with territorial behavior, whereas females showed a high R² value (0.8955), reflecting a more stable and controlled growth pattern. These findings highlight the strong adaptive capacity of Pterygoplichthys and its potential for population expansion in Lake Sidenreng, underscoring the need for effective management strategies to mitigate its ecological impacts.