Vivi Silawati
Magister Kebidanan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Nasional, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Manajemen Laktasi terhadap Kesejahteraan Ibu dan Bayi di RSPAD Gatot Soebroto Monalisa; Lisa Trina Arlym; Vivi Silawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4567

Abstract

Kesejahteraan ibu dan bayi merupakan indikator penting dalam kesehatan masyarakat. Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif masih menjadi perhatian, yang dipengaruhi oleh hambatan fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Manajemen Laktasi terhadap kesejahteraan ibu dan bayi di RSPAD Gatot Soebroto. Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan desain explanatory mixed-method. Sampel terdiri dari 106 ibu hamil dan nifas, diantaranya 53 kelompok kontrol dan 53 kelompok intervensi dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form dan Connor-Davidson Resilience Scale 10. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney U Test. Terdapat perbedaan signifikan pada efikasi diri (nilai p = 0,001), resiliensi psikologis (nilai p = 0,001), berat badan bayi (nilai p = 0,001), frekuensi BAK bayi (nilai p = 0,001), dan keberhasilan menyusui (nilai p = 0,001) pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol di RSPAD Gatot Soebroto. Analisis kualitatif menunjukkan adanya perbedaan dalam pengalaman dan persepsi ibu antara kedua kelompok. Ibu pada kelompok intervensi menunjukkan efikasi diri yang lebih tinggi, ketahanan psikologis yang lebih baik, persepsi yang lebih positif terhadap kecukupan ASI, serta pengalaman menyusui yang lebih optimal dibandingkan dengan kelompok kontrol. Manajemen laktasi memiliki pengaruh positif terhadap kesejahteraan ibu dan bayi. Pendekatan holistik melalui konseling, Hypnobreastfeeding, serta dukungan suami dapat meningkatkan keberhasilan menyusui. Manajemen laktasi sebaiknya diintegrasikan secara sistematis dalam pelayanan kebidanan serta melibatkan anggota keluarga sebagai pendukung utama.
Faktor Parenting terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia di Bawah Lima Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Serang Banten Ririn Sriharyanti; Retno Widowati; Triana Indrayani; Vivi Silawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 04 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v15i04.4614

Abstract

Tumbuh kembang anak usia dini merupakan fondasi penting yang memengaruhi aspek emosional, sosial, kognitif, dan fisik anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor parenting, meliputi pola asuh, keterlibatan orang tua, penggunaan handphone, nilai budaya keluarga, serta kesehatan mental ibu, dengan tumbuh kembang anak usia 3–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kota Serang, Banten. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 130 ibu yang memiliki anak balita, dipilih dengan teknik stratified cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner parenting dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil menunjukkan pola asuh demokratis berhubungan positif signifikan dengan perkembangan emosi, kognitif, sosial, dan kemandirian. Kesehatan mental ibu juga berhubungan positif dengan perkembangan emosional dan kemandirian anak. Selain itu, keterlibatan ibu dalam pengasuhan berkorelasi kuat dengan perkembangan sosial dan kognitif. Sebaliknya, penggunaan handphone yang berlebihan pada balita berkorelasi negatif terhadap perkembangan emosi dan kognitif. Keterlibatan ibu, pola asuh, dan kesehatan mental ibu merupakan faktor dominan yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Penelitian ini menjadi dasar dalam pengembangan program pengasuhan berbasis keluarga guna meningkatkan kualitas pengasuhan dan mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak secara menyeluruh.