Kesejahteraan ibu dan bayi merupakan indikator penting dalam kesehatan masyarakat. Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif masih menjadi perhatian, yang dipengaruhi oleh hambatan fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Manajemen Laktasi terhadap kesejahteraan ibu dan bayi di RSPAD Gatot Soebroto. Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan desain explanatory mixed-method. Sampel terdiri dari 106 ibu hamil dan nifas, diantaranya 53 kelompok kontrol dan 53 kelompok intervensi dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form dan Connor-Davidson Resilience Scale 10. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney U Test. Terdapat perbedaan signifikan pada efikasi diri (nilai p = 0,001), resiliensi psikologis (nilai p = 0,001), berat badan bayi (nilai p = 0,001), frekuensi BAK bayi (nilai p = 0,001), dan keberhasilan menyusui (nilai p = 0,001) pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol di RSPAD Gatot Soebroto. Analisis kualitatif menunjukkan adanya perbedaan dalam pengalaman dan persepsi ibu antara kedua kelompok. Ibu pada kelompok intervensi menunjukkan efikasi diri yang lebih tinggi, ketahanan psikologis yang lebih baik, persepsi yang lebih positif terhadap kecukupan ASI, serta pengalaman menyusui yang lebih optimal dibandingkan dengan kelompok kontrol. Manajemen laktasi memiliki pengaruh positif terhadap kesejahteraan ibu dan bayi. Pendekatan holistik melalui konseling, Hypnobreastfeeding, serta dukungan suami dapat meningkatkan keberhasilan menyusui. Manajemen laktasi sebaiknya diintegrasikan secara sistematis dalam pelayanan kebidanan serta melibatkan anggota keluarga sebagai pendukung utama.