Katharina Yuneti
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Nusa Nipa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRAKTIK AKUNTANSI BELIS PERNIKAHAN SUKU LIO DI DESA MAGEPANDA KECAMATAN MAGEPANDA Oktavianus Efraim Nggedhi; Henrikus Herdi; Katharina Yuneti; Emilianus Eo Kutu Goo
Accounting UNIPA - Jurnal Akuntansi Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Accounting Unipa
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis proses penetapan nilai belis pernikahan pada masyarakat Suku Lio di Desa Magepanda dan juga Menganalisis akuntansi belis yang dilakukan oleh masyarakat suku Lio di Desa Magepanda. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi dasar teoritis bahwa pencatatan transaksi adat seperti belis berperan sebagai bentuk akuntansi sederhana yang menegaskan fungsi akuntansi sebagai sarana pencatatan, pengendalian, dan pelaporan dalam masyarakat tradisional. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara, observasi, dokumentasi dan studi Pustaka mengenai tahapan belis dalam adat pernikahan masyarakat suku Lio di Desa Magepanda. Penelitian ini menunjukkan bahwa proses pengidentifikasian dan pengukuran dalam akuntansi relevan diterapkan pada prosesi belis, karena setiap tahapan mengandung transaksi ekonomi yang dapat dikenali dan diukur menggunakan nilai wajar sesuai harga pasar yang berlaku. Penyajian pencatatan jurnal serta rekapitulasi keuntungan dan kerugian menegaskan bahwa belis tidak hanya memiliki makna adat, tetapi juga dimensi ekonomi yang dapat dianalisis secara akuntansi. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam pelaksanaan prosesi belis di masa mendatang, baik sebagai dokumentasi maupun sebagai bahan pertimbangan ekonomi
ANALISIS BELIS WANITA ADONARA DARI PERSPEKTIF KEUANGAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN KELUARGA Maria Melania; Konstantinus Pati Sanga; Katharina Yuneti
Accounting UNIPA - Jurnal Akuntansi Vol 5 No 3 (2026): Jurnal Accounting Unipa
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem belis wanita Adonara yang diterapkan saat ini, memahami pandangan masyarakat Adonara terhadap belis dari perspektif keuangan, serta menganalisis dampak sistem belis terhadap kesejahteraan keluarga. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Desa Hoko Horowura, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat serta masyarakat yang telah menikah dari pihak laki-laki dan perempuan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem belis di masyarakat Adonara masih mempertahankan nilai-nilai adat sebagai bentuk penghormatan terhadap perempuan, pengikat hubungan kekerabatan, dan pelestarian budaya. Dalam pelaksanaannya, terdapat penyesuaian jumlah maupun bentuk belis berdasarkan hasil musyawarah dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi kedua belah pihak. Dari perspektif keuangan, belis dipandang sebagai kewajiban adat sekaligus keputusan ekonomi rumah tangga yang memerlukan perencanaan keuangan melalui pengelolaan pendapatan, tabungan, hasil pertanian, serta dukungan keluarga besar. Namun, besarnya biaya belis menyebabkan sebagian keluarga harus menggunakan pinjaman, menjual aset produktif, mengurangi tabungan, atau menunda pelaksanaan perkawinan. Sistem belis juga memberikan dampak ganda terhadap kesejahteraan keluarga. Dari sisi sosial budaya, belis memperkuat hubungan kekerabatan, solidaritas, partisipasi sosial, dan pelestarian budaya. Dari sisi ekonomi, besarnya biaya belis dapat memengaruhi kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, dan menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Oleh karena itu, pelaksanaan belis perlu mempertahankan nilai budaya dengan tetap mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga agar kewajiban adat tidak mengurangi kesejahteraan rumah tangga.