Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah pola pemasaran konvensional menjadi digitalisasi multimedia yang interaktif, namun banyak UMKM kuliner fisik di Tangerang yang masih menghadapi masalah kesulitan mengonversi perhatian (atensi) di media sosial menjadi kunjungan langsung guna meningkatkan omzet secara signifikan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan alasan perlunya sebuah strategi integratif yang tidak hanya mengandalkan estetika konten, tetapi juga memanfaatkan metrik digital secara terukur untuk memicu tindakan ekonomi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi digital berbasis media convergence yang diterapkan oleh Anyoung Cafe, membedah proses penerimaan pesan persuasif audiens melalui perspektif Elaboration Likelihood Model (ELM), serta mengidentifikasi kontribusi data viewers dan durasi postingan terhadap keputusan kunjungan fisik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang dipilih karena sangat relevan untuk membedah fenomena kontemporer serta menggali data pemasaran digital secara mendalam dan kontekstual pada objek usaha nyata. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi akun TikTok @anyoung.tng, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anyoung Cafe Tangerang sukses mengadopsi konvergensi media dengan mengintegrasikan teks, audio, dan visual. Melalui kacamata Teori Persuasif ELM, durasi video singkat (30–60 detik) berhasil diproses audiens melalui rute sentral (kualitas informasi), sedangkan tingginya jumlah viewers (hingga 382,1K tayangan) diproses melalui rute periferal. Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa stimulasi simultan antara rute sentral dan periferal efektif mengonversi atensi siber menjadi tindakan ekonomi nyata berupa peningkatan arus kunjungan fisik sebesar 200–300%. Sebagai rekomendasi lanjutan, penelitian berikutnya disarankan untuk menguji efektivitas teori persuasif ini menggunakan metode kuantitatif guna mengukur secara eksak korelasi antara durasi menit tonton (watch time) dengan volume transaksi penjualan harian.