Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Training and Coaching Clinic Public Speaking for Improving Teenagers’ Communication Skill in the Society Era 5.0. Syifa Fadhilah Hamid; Alfian Pratama; Nur Musvita Sari
Indonesian Journal of Community Services Vol 5, No 1 (2023): May 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ijocs.5.1.75-86

Abstract

Pelatihan ini dilakukan untuk mengembangkan satu soft skill yang harus dikuasai para remaja dalam menghadapi masyarakat era 5.0 yaitu kemampuan berkomunikasi. Keterampilan komunikasi yang efektif dan komprehensif di era Society 5.0 sangat dibutuhkan. Namun, terjadi pada remaja dan pemuda di sekitar Desa Poris Jaya, Kota Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia yang mengaku kesulitan berbicara di depan umum dengan percaya diri yang tinggi, sehingga tidak dapat menyampaikan idenya kepada masyarakat secara efektif. Hasil observasi, remaja khususnya anggota Karang Taruna merasa perlu menguasai kemampuan berkomunikasi dan berbicara di depan umum, karena ini juga berkaitan dengan soft skill yang harus dimiliki dalam menghadapi era masyarakat 5.0. Mereka juga merasakan dampak pandemi yang meminimalkan komunikasi langsung. Berangkat dari hal tersebut, fasilitator bermaksud untuk mengadakan pelatihan dan pembinaan public speaking bagi remaja di sekitar Kecamatan Poris Jaya dengan menggunakan Metode PAR (Participatory Action Research) yang dimodifikasi. Tahapan metode tersebut adalah Perencanaan, Pelaksanaan dan Refleksi. Pelatihan ini diikuti oleh berbagai usia remaja dari anggota Karang Taruna dan siswa SMP di sekitar Poris Jaya. Hasil pelatihan menunjukkan tanggapan dan dampak positif dari para peserta karena membawa wawasan dan pengetahuan baru bagi generasi muda khususnya pemuda di sekitar Poris Jaya, Kota Tangerang untuk lebih mengenal pentingnya public speaking dalam meningkatkan kemampuan komunikasi mereka di era masyarakat. 5.0.
Media Convergence TikTok dalam Aktivitas Penjualan UMKM Anyoung Cafe Tangerang Cindy Saphira; Marcella Gunawan; Celista Delfiana; Jimmy Austin Salim; Alfian Pratama
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8777

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi telah mengubah pola pemasaran konvensional menjadi digitalisasi multimedia yang interaktif, namun banyak UMKM kuliner fisik di Tangerang yang masih menghadapi masalah kesulitan mengonversi perhatian (atensi) di media sosial menjadi kunjungan langsung guna meningkatkan omzet secara signifikan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan alasan perlunya sebuah strategi integratif yang tidak hanya mengandalkan estetika konten, tetapi juga memanfaatkan metrik digital secara terukur untuk memicu tindakan ekonomi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi digital berbasis media convergence yang diterapkan oleh Anyoung Cafe, membedah proses penerimaan pesan persuasif audiens melalui perspektif Elaboration Likelihood Model (ELM), serta mengidentifikasi kontribusi data viewers dan durasi postingan terhadap keputusan kunjungan fisik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang dipilih karena sangat relevan untuk membedah fenomena kontemporer serta menggali data pemasaran digital secara mendalam dan kontekstual pada objek usaha nyata. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi akun TikTok @anyoung.tng, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anyoung Cafe Tangerang sukses mengadopsi konvergensi media dengan mengintegrasikan teks, audio, dan visual. Melalui kacamata Teori Persuasif ELM, durasi video singkat (30–60 detik) berhasil diproses audiens melalui rute sentral (kualitas informasi), sedangkan tingginya jumlah viewers (hingga 382,1K tayangan) diproses melalui rute periferal. Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa stimulasi simultan antara rute sentral dan periferal efektif mengonversi atensi siber menjadi tindakan ekonomi nyata berupa peningkatan arus kunjungan fisik sebesar 200–300%. Sebagai rekomendasi lanjutan, penelitian berikutnya disarankan untuk menguji efektivitas teori persuasif ini menggunakan metode kuantitatif guna mengukur secara eksak korelasi antara durasi menit tonton (watch time) dengan volume transaksi penjualan harian.
Eksistensi Radio Melalui Konvergensi Siaran Digital (Analisis Heartline FM dalam Radio Streaming) Christeas Nitema Harefa; Albertus Yosua Widi Putra Tambunan; Wery Sabeth; Marcelinus Dolet Koban; Alfian Pratama
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8779

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap media penyiaran secara fundamental, termasuk industri radio yang kini dituntut beradaptasi untuk mempertahankan eksistensinya. Penelitian ini menganalisis strategi konvergensi media yang diterapkan oleh Heartline FM, stasiun radio keluarga berbasis di Tangerang dengan jaringan di empat kota Indonesia, melalui layanan radio streaming. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori konvergensi media Henry Jenkins (2006), penelitian ini mengkaji bagaimana Heartline FM mengintegrasikan platform digital meliputi website streaming, aplikasi mobile 'Jalur Hati', media sosial, dan platform aggregator sebagai strategi mempertahankan dan memperluas jangkauan audiens. Data dikumpulkan melalui observasi platform digital Heartline FM, studi dokumentasi, dan analisis konten berbasis pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Heartline FM menerapkan lima dimensi konvergensi Jenkins secara simultan: konvergensi teknologi (integrasi platform digital), ekonomi (jaringan multiplatform), sosial (adaptasi perilaku pendengar), budaya (keberlanjutan identitas konten keluarga), dan global (jangkauan internasional via streaming). Radio streaming terbukti menjadi instrumen kunci dalam memperpanjang eksistensi Heartline FM di tengah tekanan persaingan platform digital. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang model konvergensi radio lokal di Indonesia dan menawarkan kerangka adaptif bagi stasiun radio komunitas dalam menghadapi era digitalisasi.
Analisis Konvergensi Media Kompas TV pada Platform TikTok dalam Transformasi Akses Informasi Sheline Elianda; Nivilia Saputra; Anya Septianti; Rendi Enta Pehuliasa Ginting; Alfian Pratama
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8790

Abstract

Konvergensi media menjadi strategi utama lembaga penyiaran dalam menjangkau generasi digital. Penelitian ini menganalisis bagaimana Kompas TV mengadopsi platform TikTok sebagai medium distribusi informasi dan bagaimana fenomena tersebut mentransformasi pola akses informasi masyarakat Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi konten, penelitian ini mengkaji akun resmi @KompasTV di TikTok beserta tiga studi kasus konten yang mewakili kategori breaking news, infografis, dan feature/soft news. Kerangka teoritis dibangun dari Teori Konvergensi Media Henry Jenkins dan Teori Difusi Inovasi Everett Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas TV menerapkan tiga bentuk konvergensi: (1) konvergensi teknologi melalui repurposing konten siaran linear ke format video pendek; (2) konvergensi konten melalui adaptasi bahasa visual, durasi, dan penggunaan audio trending; serta (3) konvergensi sosial yang mendorong partisipasi aktif audiens melalui fitur duet, komentar, dan repost. Proses adopsi TikTok oleh Kompas TV juga dapat dipahami sebagai proses difusi inovasi yang berjalan dari fase early adopter menuju early majority, didukung oleh karakteristik trialability dan observability platform yang tinggi. Kompas TV berhasil memanfaatkan karakteristik TikTok sebagai platform video pendek untuk memperluas distribusi informasi dan meningkatkan partisipasi audiens. Transformasi akses informasi yang terjadi ditandai oleh pergeseran konsumsi berita dari jadwal siaran menuju konsumsi yang bersifat on-demand, mobile-first, dan algoritmik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model konvergensi media yang mengintegrasikan teori konvergensi dan difusi inovasi di konteks platform short-video berbasis algoritma rekomendasi di Indonesia.
Analisis Konvergensi Media pada Akun Instagram Abouttng Dalam Membangun Engagement Audiens Digital Astria Sutta; Adhellia Moica Karania; Reyaldo Cole; Dewinta Sena Putri; Alfian Pratama
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8797

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong terjadinya konvergensi media yang mengubah cara media berinteraksi dengan audiens. Instagram menjadi salah satu platform yang dimanfaatkan oleh berbagai media digital untuk menyebarluaskan informasi sekaligus membangun keterlibatan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konvergensi media pada akun Instagram Abouttng dalam membangun engagement audiens digital. Data diperoleh melalui observasi terhadap konten Instagram Abouttng, dokumentasi, serta analisis yang mencakup jumlah likes, komentar, shares, dan views. Analisis dilakukan menggunakan konsep konvergensi media yang meliputi integrasi platform, produksi konten multimedi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abouttng menerapkan konvergensi media melalui pemanfaatan berbagai format konten seperti feed, reels, stories yang terintegrasi dalam satu platform. Strategi tersebut mampu meningkatkan keterlibatan audiens dengan mendorong partisipasi aktif, serta penyebaran informasi yang lebih luas. Selain itu, penggunaan konten yang relevan dengan kebutuhan dan minat audiens turut berkontribusi dalam membangun kedekatan antara media dan pengikutnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konvergensi media pada akun Instagram Abouttng berperan penting dalam meningkatkan engagement audiens digital dan memperkuat posisi media sebagai sumber informasi yang adaptif di era digital.
Konstruksi Komunikasi Politik Stand Up Comedy (Studi Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono) Alfian Pratama; Een Irianti
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8154

Abstract

Berbicara di depan publik diiringi dengan lawakan merupakan tren gaya baru di zaman modern ini. stand up comedy, menjadi metode dinamis dalam mengkonstruksi pesan kepada penerima. Metode ini merupakan implementasi gaya solutif dalam peran kontrol sosial isu kebijakan politik. stand up comedy sebagai salah satu wadah baru di Indonesia untuk menjadi warga negara berdemokrasi. Hal ini juga tertuang dalam Undang-Undang No 9 tahun 1998, khususnya pasal 28E dan 28F UUD 1945 yang menyatakan setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban dalam berpendapat. Kebebasan berpendapat dalam mengkritisi kebijakan Politik itu juga disampaikan oleh stand up comedy dalam pertunjukan Mens Rea, Pandji Pragiwaksono. Pertunjukannya turut menyedot banyak perhatian penonton, karena konstruksi komunikasi politik yang segar dalam menyampaikan aspirasi dibarengi dengan candaan. Isu ini menjadi menarik dikaji dalam penelitian dengan bertujuan menganalisis konstuksi politik Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan Mens Rea yang digelar sejak 30 Agustus 2025 di Jakarta dan tayang dalam platform digital Netflix pada 27 Desember 2025 lalu. Hasil penelitian ini menunjukan adanya konstruksi Komubikasi Politik yang Subjektif. Dalam penyampaian pesan kritikan tokoh Pandji Pragiwaksono menyampaikan pendapat menurut keyakinan individu namun diiringi dengan lampiran riset informasi berita sebagai landasan referensi.