This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Kimia
Sri Rahayu Widyaningrum
Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Jurusan Teknik, Politeknik Negeri Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

APLIKASI TEKNOLOGI BIOREFINERY LIMBAH AMPAS TEBU DALAM PEMBUATAN GULA PEREDUKSI SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI BARU TERBARUKAN Fadian Farisan Silmi; Sri Rahayu Widyaningrum; Dedi Teguh; Inka Christin; I Ketut Buyut Suratnata; Nadinda Siti Rosyidah; Resa Nurvia
Jurnal Teknik Kimia Vol. 21 No. 02 (2026): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnaltekkim.v21i02.104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi operasi mengetahui kondisi operasi biorefinery terbaik yang menghasilkan kadar gula yang tinggi dari ampas tebu pada proses hidrolisis enzimatik dimana diawali dengan pretreatment berbasis basa dengan bantuan gelombang mikro. Biorefinery limbah ampas tebu dimulai dengan perlakuan pretreatment limbah ampas tebu kering yang dikecilkan ukurannya hingga 80 mesh, kemudian dilakukan delignifikasi menggunakan NaOH 3M dan surfaktan Tween80 dengan bantuan microwave 600W selama 40 menit. Dilanjutkan dengan hidrolisis enzimatik dengan enzim CellicTech3-HS. Variabel yang divariasikan adalah volume enzim (2%, 3%, dan 4%) dan waktu hidrolisis (24 jam, 72 jam, dan 120 jam), sedangkan variabel yang diamati adalah kadar lignoselulosa, kadar gula pereduksi total setelah proses hidrolisis enzimatik dan yield serta densitas bioetanol. Proses pretreatment alkali menggunakan NaOH 3 M sebanyak 250 mL dengan 10 gr ampas tebu dapat menurunkan kadar lignin dari 30,7% menjadi 12,9% serta dapat menaikkan kadar selulosa dari 15% menjadi 61%. Kadar gula reduksi tertinggi pada variasi konsentrasi enzim 4% selama 120 jam mendapatkan 5,55 g/L dengan % Brix sebesar 7,3%. Semakin tinggi konsentrasi enzim dan lama waktu hidrolisis maka semakin besar kadar gula reduksi yang didapatkan