Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena konsumsi produk imitasi sepatu di kalangan mahasiswa yang dipengaruhi oleh gaya hidup konsumtif dan perkembangan tren fashion, khususnya melalui media sosial. Kondisi ini menimbulkan dilema antara keinginan mengikuti tren dengan keterbatasan ekonomi, serta memunculkan persoalan etika dalam perspektif bisnis Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh gaya hidup dan tren fashion terhadap keputusan pembelian produk imitasi sepatu, baik secara parsial maupun simultan, serta meninjau fenomena tersebut dalam perspektif bisnis Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksplanatori melalui survei terhadap 350 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup dan tren fashion berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk imitasi, dengan tren fashion sebagai faktor dominan. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 74,3% variasi keputusan pembelian. Selain itu, ditemukan adanya cognitive dissonance, yaitu ketidaksesuaian antara pemahaman prinsip ekonomi Islam dengan praktik konsumsi mahasiswa. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan edukasi dan alternatif produk sesuai prinsip syariah untuk mendorong perilaku konsumsi yang lebih etis.