Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan Beyond Use Date (BUD) dan DAGUSIBU Obat oleh Apoteker kepada Pasien di Puskesmas Bumiaji Rizka Novia Atmadani; Salsabila Zahra; Rifqi Ramatullah; Dinar Famora Arum; Monita Tri Stepani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ea5rae38

Abstract

Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif, termasuk dalam aspek kefarmasian. Namun, rendahnya literasi masyarakat terkait pengelolaan obat masih menjadi permasalahan, khususnya dalam memahami perbedaan antara tanggal kedaluwarsa dan batas penggunaan obat setelah dibuka (Beyond Use Date/BUD), begitu pula masyarakat di wilayah kerja Polindes Bulukerto Puskesmas Bumiaji. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah ketidakmampuan untuk membedakan antara tanggal kedaluwarsa dan masa pakai obat setelah kemasan dibuka dan disiapkan. Selain itu, terdapat kurangnya pemahaman mengenai cara yang benar untuk mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Situasi ini dapat menimbulkan risiko ketika obat yang digunakan secara tidak benar serta mengakibatkan efek samping yang tidak diinginkan. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim farmasi melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan peningkatan pengetahuan dan kemandirian pasien ibu hamil yang berada di wilayah Puskesmas dalam mengelola obat yang benar di rumah tangga. Metode yang digunakan adalah edukasi tatap muka melalui ceramah, diskusi interaktif, serta simulasi perhitungan batas waktu penggunaan obat dengan bantuan leaflet yang informatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari lima puluh peserta dan peningkatan pemahaman yang signifikan berdasarkan hasil tes setelah penyuluhan. Kesimpulannya, penyuluhan kesehatan ini efektif untuk menambah pemahaman dan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan obat yang aman untuk mendukung derajat kesehatan keluarga.