Rismaya Ainul Masthuro
Universitas Sains Al-Qurʼan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tafsir Tematik Al-Qur'an tentang Pelestarian Warisan Intelektual Islam melalui Digitalisasi Teks Keagamaan Muhammad Farrel Azka Suwito; Ida Novianti; Rismaya Ainul Masthuro; Robiah Sumayya; Muhammad Ali Mustofa Kamal
MAGHZA Vol 11 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v11i1.14830

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi besar dalam pelestarian dan transmisi warisan intelektual Islam. Namun, kajian tentang digitalisasi teks keagamaan masih jarang dikaitkan dengan konsep jihad dalam perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan menganalisis digitalisasi teks keagamaan Islam sebagai bentuk kontemporer jihad al-‘ilm (jihad intelektual) berdasarkan pendekatan tafsir tematik Al-Qur’an. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsīr maudhū‘ī serta teori transformasi digital keilmuan Islam untuk membaca relasi antara wahyu, transmisi ilmu, dan teknologi digital. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur mengenai digitalisasi manuskrip Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep jihad dalam Al-Qur’an tidak terbatas pada makna militeristik, tetapi juga mencakup perjuangan intelektual, dakwah, dan pelestarian ilmu. Ayat-ayat seperti QS Al-Furqan [25]:52, QS Al-‘Ankabut [29]:69, dan QS At-Taubah [9]:122 memberikan legitimasi teologis terhadap jihad berbasis pengetahuan. Penelitian ini menemukan bahwa digitalisasi manuskrip dan teks keagamaan Islam merupakan bentuk baru jihad non-militer yang berfungsi menjaga keberlanjutan transmisi ilmu, memperluas akses pengetahuan Islam, dan membangun ekosistem dakwah digital yang partisipatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi konsep “jihad digital berbasis Qur’ani” sebagai paradigma etis dalam pelestarian warisan intelektual Islam di era transformasi digital. Dari hal tersebut, digitalisasi teks keagamaan tidak hanya dipahami sebagai aktivitas teknis, tetapi juga sebagai tanggung jawab epistemologis dan spiritual umat Islam.