Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Untuk Mendukung Kesehatan Reproduksi di Masa Mendatang di SMA Swasta Al Washliyah 3 Medan Nisrina Nisrina; Nina Olivia; Purwaningsih Purwaningsih; Nadya Putri Wulandari; Annisa Rahma
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/b6vzfx09

Abstract

Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih memerlukan penanganan serius di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi anemia pada usia 15–24 tahun mencapai 32%, sementara World Health Organization (WHO) melaporkan sekitar 30% wanita usia 15–49 tahun di dunia mengalami anemia. Dampak anemia tidak hanya memengaruhi konsentrasi belajar dan produktivitas, tetapi juga berimplikasi serius terhadap kesehatan reproduksi di masa mendatang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan anemia sebagai upaya mendukung kesehatan reproduksi di SMA Swasta Al Washliyah 3 Medan. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan diskusi kelompok dengan evaluasi menggunakan pretest dan posttest kepada 30 siswi yang dipilih secara purposif. Materi edukasi mencakup pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dampak terhadap kesehatan reproduksi, pencegahan anemia, pentingnya konsumsi tablet tambah darah, serta pola makan bergizi seimbang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pretest 71,03% meningkat menjadi 88,23% pada posttest, sehingga terjadi peningkatan sebesar 17,2%. Distribusi nilai menunjukkan pergeseran dari kategori sedang ke kategori tinggi setelah intervensi edukasi. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai anemia dan upaya pencegahannya. Edukasi kesehatan secara terstruktur dan partisipatif terbukti efektif sebagai strategi intervensi promotif pada kelompok remaja putri
CERDAS GIZI DI USIA ANAK SEKOLAH: PROGRAM EDUKASI DAN PENDIDIKAN KESEHATAN STATUS GIZI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN SISWA Muchti Yuda Pratama; Purwaningsih Purwaningsih; Nisrina Nisrina; Evamona Evamona; Roudatul Hasana
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2828

Abstract

School-age children represent an important phase in the human life cycle, characterized by rapid growth and development, both physically, psychologically, and socially. During this phase, nutritional needs increase significantly to support optimal growth. However, various nutritional problems are still frequently found among elementary school children, such as undernutrition, overnutrition (overweight and obesity), and micronutrient deficiencies such as anemia. In Indonesia, nutritional problems among elementary school-age children remain an important public health issue. Unbalanced dietary patterns, the habit of skipping breakfast, consumption of fast food, and low nutritional literacy are the main factors influencing the nutritional status of elementary school children. The purpose of this activity, as an effort to improve the health of elementary school-age children, is expected to increase the knowledge of students at SD Negeri 060801 Medan. The activity was carried out on June 29, 2026, from 09.00 to 12.00 WIB (Western Indonesia Time), at SD Negeri 060801 Medan. The methods used included lectures, discussions, and questionnaire administration. Based on the pretest questionnaire results, the participants' level of knowledge was categorized as good for 11 people (36.6%), sufficient for 12 people (40.0%), and poor for 7 people (23.3%). Meanwhile, based on the posttest questionnaire results, the participants' level of knowledge was categorized as good for 20 people (63.3%), sufficient for 7 people (23.3%), and poor for 3 people (10%).