Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih memerlukan penanganan serius di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi anemia pada usia 15–24 tahun mencapai 32%, sementara World Health Organization (WHO) melaporkan sekitar 30% wanita usia 15–49 tahun di dunia mengalami anemia. Dampak anemia tidak hanya memengaruhi konsentrasi belajar dan produktivitas, tetapi juga berimplikasi serius terhadap kesehatan reproduksi di masa mendatang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pencegahan anemia sebagai upaya mendukung kesehatan reproduksi di SMA Swasta Al Washliyah 3 Medan. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan diskusi kelompok dengan evaluasi menggunakan pretest dan posttest kepada 30 siswi yang dipilih secara purposif. Materi edukasi mencakup pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dampak terhadap kesehatan reproduksi, pencegahan anemia, pentingnya konsumsi tablet tambah darah, serta pola makan bergizi seimbang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pretest 71,03% meningkat menjadi 88,23% pada posttest, sehingga terjadi peningkatan sebesar 17,2%. Distribusi nilai menunjukkan pergeseran dari kategori sedang ke kategori tinggi setelah intervensi edukasi. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai anemia dan upaya pencegahannya. Edukasi kesehatan secara terstruktur dan partisipatif terbukti efektif sebagai strategi intervensi promotif pada kelompok remaja putri
Copyrights © 2026