Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pencegahan Dini Diabetes Melitus pada Remaja di SMA Negeri 1 Cawas Klaten Tahun 2025 Anis Khotimah; Pramukti Dian Setianingrum; Istika Dwi Kusumaningrum; Vita Kumalasari
jurnal ABDIMAS Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Mei : Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jai.v4i1.3808

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang semakin meningkat, tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada remaja. Berdasarkan data Riskesdas (2018), Prevalensi DM berdasarkan pemeriksaan gula darah naik dari 6.9% menjadi 8.5%.Di Jawa Tengan, 64.709 dari 647.093 jiwa terdiagnosis DM pada 2022. Di Kecamatan Cawas, data Puskesmas Cawas I tahun 2024 menunjukkan terdapat 1.076 kasus DM. dan gejala pre-Diabetes mulai muncul pada kalangan remaja akibat gaya hidup konsumtif, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak sehat. Tujuan: Agar siswa-siswi mengetahui tentang pentingnya pencegahan diabetes melitus sejak dini. Metode Penelitian: Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dalam bentuk penyuluhan. Sasaran : Siswa-siswi Kelas XII SMA negeri 1 Cawas Klaten. Hasil: Pada Siswa-siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Cawas menunjukkan pengetahuan yang meningkat setelah dilakukan penyuluhan tentang pencegahan dini diabetes melitus pada remaja. Terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian edukasi kesehatan tentang pencegahan dini diabetes melitus pada remaja.
Faktor yang Mempengaruhi Anemia pada Siswi di SMA Negeri 1 Cawas Klaten Tahun 2025 Istika Dwi Kusumaningrum; Anis Khotimah; Pramukti Dian Setianingrum; Vita Kumalasari
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v4i2.3818

Abstract

Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi pada remaja putri. Prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif secara global mencapai 29,9% (WHO, 2021), sedangkan di Indonesia prevalensi anemia pada remaja putri usia 15–24 tahun mencapai 27,2% (Riskesdas, 2018). Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia akibat peningkatan kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan, kehilangan darah saat menstruasi, serta pola konsumsi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama haid, asupan zat besi, pola makan, dan status gizi dengan kejadian anemia pada siswi SMA Negeri 1 Cawas Klaten tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 siswi yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami anemia ringan (92,9%) dan anemia sedang (7,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa asupan zat besi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p=0,001), sedangkan lama haid (p=0,568), pola makan (p=0,357), dan status gizi (p=0,556) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa asupan zat besi merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada siswi SMA Negeri 1 Cawas Klaten tahun 2025, sedangkan faktor lama haid, pola makan, dan status gizi tidak memiliki hubungan yang signifikan.