Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Body Image dalam Memicu Impulsive Buying Produk Skincare pada Kalangan Perempuan Generasi Z Vania Christosye Br. Kalit; Muhammad Fadhli; Dimas Ashari Septa Aden
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran body image terhadap impulsive buying produk skincare pada perempuan Generasi Z. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat peran body image terhadap impulsive buying pada perempuan Generasi Z. Penelitian ini melibatkan 200 responden perempuan Generasi Z yang telah bekerja dan aktif membeli produk skincare. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel body image diukur menggunakan skala yang disusun oleh peneliti sebanyak 24 aitem dengan mengacu pada komponen dari Cash, Melynk, dan Hrabosky (2004) dengan reliabilitas sebesar 0,907, dan variabel impulsive buying sebanyak 24 aitem dengan mengacu pada aspek dari Verplanken dan Herabadi (2001) dengan reliabilitas sebesar 0,897. Analisis data dilakukan menggunakan teknik simple linear regression.Hasil analisis menunjukkan nilai R-square sebesar 0,338, nilai r sebesar 0,582, dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa body image memiliki peran yang signifikan terhadap impulsive buying sebesar 33,8%, sehingga hipotesis penelitian diterima.
Peran Body Image dalam Memicu Impulsive Buying Produk Skincare pada Kalangan Perempuan Generasi Z Vania Christosye Br. Kalit; Muhammad Fadhli; Dimas Ashari Septa Aden
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran body image terhadap impulsive buying produk skincare pada perempuan Generasi Z. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat peran body image terhadap impulsive buying pada perempuan Generasi Z. Penelitian ini melibatkan 200 responden perempuan Generasi Z yang telah bekerja dan aktif membeli produk skincare. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel body image diukur menggunakan skala yang disusun oleh peneliti sebanyak 24 aitem dengan mengacu pada komponen dari Cash, Melynk, dan Hrabosky (2004) dengan reliabilitas sebesar 0,907, dan variabel impulsive buying sebanyak 24 aitem dengan mengacu pada aspek dari Verplanken dan Herabadi (2001) dengan reliabilitas sebesar 0,897. Analisis data dilakukan menggunakan teknik simple linear regression.Hasil analisis menunjukkan nilai R-square sebesar 0,338, nilai r sebesar 0,582, dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa body image memiliki peran yang signifikan terhadap impulsive buying sebesar 33,8%, sehingga hipotesis penelitian diterima.
Penguatan Pemahaman Reinforcement dan Punishment untuk Meningkatkan Work Engagement di PT RPC Indonesia Kinaya Khairunnisa; Muhammad Fadhli
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 12 (2026): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i12.4039

Abstract

Work engagement berperan penting dalam mendukung kinerja organisasi dan dapat ditingkatkan melalui penerapan sistem reinforcement dan punishment yang jelas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman stakeholder PT. RPC Indonesia mengenai penerapan reinforcement dan punishment sebagai dasar pengelolaan perilaku kerja. Metode yang digunakan adalah pemberian modul dan pengukuran menggunakan pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 8,67 pada pretest menjadi 9,56 pada posttest. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (Z = -2,333; p = 0,020). Hasil ini menunjukkan bahwa intervensi efektif dalam meningkatkan pemahaman stakeholder sebagai upaya mendukung peningkatan work engagement secara berkelanjutan.