Ujang Nurjaman
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan waktu kontak sinar UV-C terhadap penurunan bakteri E. Coli pada air bersih di PT. X Resya Fadila Haryanti; Nurul Hidayah; Neneng Yety Hanurawaty; Ujang Nurjaman
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v17i2.2506

Abstract

Air bersih merupakan sumber daya alam yang kualitas dan kauntitasnya harus memenuhi peryaratan baik fisik, kimia maupun mikrobiologinya. Pemeriksaan e.coli  air bersih di PT. X me rupakan sebesar 28 CFU. Hasil tersebut beum sesuai dengan PERMENKES Nomor 02 Tahun 2023 yaitu 0 CFU sehingga perlu adanya pengolahan khusus mengenai e.coli  air bersih. Penelitian ini ber tujuan untuk mengengetahui waktu kontak sinar UV-C 15, 30 dan 45 detik pada penurunan e.coli  dalam air bersih di PT. X. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimental dengan desain pretest posttest tanpa kontrol. Pretest yaitu air bersih sebelum diberi perlakuan dengan sinar UV-C, sedangkan posttest yaitu air bersih yang kontak dengan UV-C. Sampel yaitu air yang diambil dari kantin dengan masing-masing perlakuan sebanyak 6 kali pengulangan dengan teknik pengambilan grab sampling. Hasil penelitian menunjukan penurunan e.coli  dengan waktu kontak 15 detik yaitu 65%, 30 detik yaitu 79% dan 45 detik yaitu 97%.  Hasil uji one way anova nilai sig. 0,004 = < ? (0,05). Kesimpulan terdapat perbedaan waktu kontak terhadap penurunan e.coli  15 detik, 30 detik dan 45 detik. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu menggunakan waktu kontak yang maksimal untuk me nurunkan e.coli  hingga baku mutu yang ditentukan.   Abstract: Clean water is a natural resource whose quality and capacity must meet the requirements of both physical, chemical and microbiology. Clean water e.coli  inspection at PT. X is 28 CFU. The results are in accordance with PERMENKES Number 02 of 2023, which is 0 CFU, so there is a need for special treatment regarding clean water e.coli . This study aims to determine the exposure time of UV-C rays of 15, 30 and 45 seconds on the decrease of e.coli  in clean water in PT. X. This study uses an experimental type with a pretest posttest design without control. Pretest is clean water before being treated with UV-C light, while posttest is clean water that is exposed to UV-C. The sample was water taken from the canteen with each treatment as many as 6 repetitions with the grab sampling technique. The results of the study showed a decrease in e.coli  with a contact time of 15 seconds which was 65%, 30 seconds which was 79% and 45 seconds which was 97%. The results of the one way anova test have a sig. 0,004 = < ? (0,05). In conclusion, there was a difference in contact time for the decrease in e.coli  by 15 seconds, 30 seconds and 45 seconds. The suggestion for further research is to use the maximum contact time to reduce e.coli  to the specified quality standard.
Perbedaan jarak sinar Ultraviolet-C terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih di dapur PT M May Iasa Badrianti; Ujang Nurjaman; Lubis Bambang Purnama; Payzar Wahyudi
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v17i1.2524

Abstract

Ditemukannya bakteri Coliform sebesar 107 CFU/100ml pada air bersih di dapur PT M yang tidak memenuhi standar baku mutu dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 tahun 2023 yaitu 0 CFU/100ml. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah dan penurunan bakteri Coliform sebelum dan sesudah desinfeksi sinar ultraviolet-C dengan perbedaan jarak sinar 2 cm, 5 cm, 8 cm dan jarak sinar ultraviolet-C yang efektif menurunkan bakteri Coliform. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei 2024 dengan jenis penelitian eksperimen dalam skala lapangan dan menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian posttest with control. Besar sampel yang digunakan sebanyak 24 sampel mikrobiologi air bersih yang diperiksa di Laboratorium. Hasil pengukuran fisik air bersih di lapangan menunjukkan bahwa suhu, pH, TDS, dan kekeruhan sudah memenuhi standar sehingga tidak mempengaruhi atau mengurangi efektivitas sinar ultraviolet-C. Desinfeksi sinar ultraviolet-C terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih dengan perbedaan jarak 2 cm, 5 cm, dan 8 cm selama 30 detik dengan daya 30 watt dan kedalaman air 5 cm menunjukkan hasil penurunan yang signifikan. Paparan sinar ultraviolet-C dengan jarak sebesar 2 cm paling efektif dalam menurunkan bakteri Colifrom sebesar 100% karena semakin dekat jarak sinar ultraviolet-C, maka semakin cepat bakteri kehilangan patogenesisnya.    Abstract: The detection of Coliform bacteria at 107 CFU/100ml in the clean water in PT M's kitchen does not meet the quality standard set by the Minister of Health Regulation No. 2 of 2023, which is 0 CFU/100ml. This study aims to assess the quantity and reduction of Coliform bacteria before and after ultraviolet-C (UV-C) disinfection at distances of 2 cm, 5 cm, and 8 cm, and to identify the most effective UV-C distance for reducing Coliform bacteria. Conducted from March to May 2024, the research used an experimental field-scale quantitative method with a posttest control design. A total of 24 clean water microbiological samples were tested in the laboratory. Field measurements of clean water showed that temperature, pH, TDS, and turbidity met the standards, not affecting UV-C effectiveness. UV-C disinfection for reducing Coliform bacteria in clean water at distances of 2 cm, 5 cm, and 8 cm for 30 seconds with a power of 30 watts and a water depth of 5 cm showed significant reductions. UV-C exposure at a distance of 2 cm was the most effective, reducing Coliform bacteria by 100%, as closer UV-C light distances accelerate the loss of bacterial pathogenicity.