Nurul Hidayah
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap terhadap Pengelolaan Sampah Berbasis Aplikasi IT Sri Slamet Mulyati; Pujiono Pujiono; Irmawartini Irmawartini; Nurul Hidayah; Salma Aripin
Buletin Keslingmas Vol 42, No 4 (2023): BULETIN KESLINGMAS VOL.42 NO.4 TAHUN 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v42i4.10849

Abstract

Timbulan sampah perkotaan di dunia mencapai 2,01 miliar ton per tahun, 33% nya tidak dikelola dengan baik .Timbulan sampah per tahun di Indonesia mencapai sekitar 67,8 juta ton per tahun dan diprediksi kian meningkat seiring bertambahnya populasi.  Kota Bandung mengalami tantangan besar dalam masalah pengelolaan sampah dengan timbulan sampah harian mencapai 1.477 ton dan sekitar 10% dari sampah tersebut tidak ditangani dengan baik . Konsekuensi dari pengelolaan sampah yang buruk akan berdampak pada kejadian penyakit berbasis lingkungan , juga mencemari lingkungan . Strategi dalam penanganan sampah tidak cukup menangani di tahap akhir saja, namun diperlukan upaya pengelolaan sampah dari sumbernya, yaitu linier dari hulu ke hilir . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis aplikasi IT. Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan survey untuk menggambarkan karakteristik responden, tingkat pengetahuan, sikap responden terhadap aplikasi pengelolaan sampah. Sampel penelitian 60 orang dari dua kelurahan di Kota Bandung. Sampel masing-masing kelurahan yaitu 30 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling berdasarkan data penelitian sebelumnya sehingga terpilih dua wilayah tersebut. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pengelolaan sampah sudah baik, namun baik pengetahuan maupun sikap, keduanya tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap respons penggunaan aplikasi, sehingga perlu dilakukan upaya untuk menarik minat masyarakat terhadap penggunaan aplikasi pengelolaan sampah berbasis IT.
Pengaruh Variasi Umpan Terhadap Jumlah Tikus yang Tertangkap di Gudang Komponen PT. X Karinisa Ramdini Solihin; Redi Yudha Irianto; Neneng Yetty Hanurawati; Nurul Hidayah
Buletin Keslingmas Vol 44, No 1 (2025): BULETIN KESLINGMAS VOL. 44 NO. 1 TAHUN 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/keslingmas.v44i1.11791

Abstract

Tikus merupakan hewan liar yang erat kaitannya dengan aktivitas manusia. Timgginya kepadatan tikus dapat menimbulkan kerugian termasuk bidang kesehatan. Hasil observasi awal terkait kepadatan tikus di gudang komponen PT. X masih dalam kategori tinggi (1) dan perlu adanya pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi umpan terhadap jumlah tikus yang tertangkap menggunakan flip and slide live trap di gudang komponen PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian quasy-experimental design dengan posttest only design. Perlakuan yang diberikan yaitu umpan kelapa sangrai, umpam jagung kuning bakar, dan umpan ubi jalar. Sampel dalam penelitian ini adalah tikus yang tertangkap oleh flip and slide live trap di gudang komponen PT. X. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Hasil penelitian jumlah tikus yang tertangkap menggunakan umpan kelapa sangrai sebanyak 2 ekor (66,67%), umpan jagung kuning bakar sebanyak 1 ekor (33,33%), dan umpan ubi jalar sebanyak 0 ekor (0%). Hasil uji Kueskal-Wallis dengan nilai p = 0,322 (0,05) menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara jenis umpan kelapa sangrai, jagung kuning bakar, dan ubi jalar dalam menangkap tikus dengan flip and slide live trap. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu umpan yang paling disukai tikus adalah kelapa sangrai dengan presentase 66,67%. Sebaiknya pegawai PT. X dapat menggunakan umpan kelapa sangrai dalam menangkap tikus di gudang komponen.
Perbedaan waktu kontak sinar UV-C terhadap penurunan bakteri E. Coli pada air bersih di PT. X Resya Fadila Haryanti; Nurul Hidayah; Neneng Yety Hanurawaty; Ujang Nurjaman
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v17i2.2506

Abstract

Air bersih merupakan sumber daya alam yang kualitas dan kauntitasnya harus memenuhi peryaratan baik fisik, kimia maupun mikrobiologinya. Pemeriksaan e.coli  air bersih di PT. X me rupakan sebesar 28 CFU. Hasil tersebut beum sesuai dengan PERMENKES Nomor 02 Tahun 2023 yaitu 0 CFU sehingga perlu adanya pengolahan khusus mengenai e.coli  air bersih. Penelitian ini ber tujuan untuk mengengetahui waktu kontak sinar UV-C 15, 30 dan 45 detik pada penurunan e.coli  dalam air bersih di PT. X. Penelitian ini menggunakan jenis eksperimental dengan desain pretest posttest tanpa kontrol. Pretest yaitu air bersih sebelum diberi perlakuan dengan sinar UV-C, sedangkan posttest yaitu air bersih yang kontak dengan UV-C. Sampel yaitu air yang diambil dari kantin dengan masing-masing perlakuan sebanyak 6 kali pengulangan dengan teknik pengambilan grab sampling. Hasil penelitian menunjukan penurunan e.coli  dengan waktu kontak 15 detik yaitu 65%, 30 detik yaitu 79% dan 45 detik yaitu 97%.  Hasil uji one way anova nilai sig. 0,004 = < ? (0,05). Kesimpulan terdapat perbedaan waktu kontak terhadap penurunan e.coli  15 detik, 30 detik dan 45 detik. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu menggunakan waktu kontak yang maksimal untuk me nurunkan e.coli  hingga baku mutu yang ditentukan.   Abstract: Clean water is a natural resource whose quality and capacity must meet the requirements of both physical, chemical and microbiology. Clean water e.coli  inspection at PT. X is 28 CFU. The results are in accordance with PERMENKES Number 02 of 2023, which is 0 CFU, so there is a need for special treatment regarding clean water e.coli . This study aims to determine the exposure time of UV-C rays of 15, 30 and 45 seconds on the decrease of e.coli  in clean water in PT. X. This study uses an experimental type with a pretest posttest design without control. Pretest is clean water before being treated with UV-C light, while posttest is clean water that is exposed to UV-C. The sample was water taken from the canteen with each treatment as many as 6 repetitions with the grab sampling technique. The results of the study showed a decrease in e.coli  with a contact time of 15 seconds which was 65%, 30 seconds which was 79% and 45 seconds which was 97%. The results of the one way anova test have a sig. 0,004 = < ? (0,05). In conclusion, there was a difference in contact time for the decrease in e.coli  by 15 seconds, 30 seconds and 45 seconds. The suggestion for further research is to use the maximum contact time to reduce e.coli  to the specified quality standard.
Perbedaan umpan pada multiple live trap terhadap kepadatan tikus Regita Jasmine Adelin; Nurul Hidayah; Lubis Bambang Purnama; Teguh Budi Prijanto
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v19i1.2552

Abstract

PT. X merupakan industri yang bergerak di bidang perkebunan. Berdirinya industri tersebut menimbulkan masalah baru yang erat kaitannya dengan kesehatan manusia yang dimana salah satu masalah yang muncul yaitu vektor dan binatang pembawa penyakit yaitu tikus. Pada tubuh tikus terdapat beberapa hewan lain (parasit) yang ada di dalam tubuh (endoparasit) dan di luar tubuh (ektoparasit) yang merupakan penyebab banyak jenis penyakit. Berdasarkan hasil pengukuran kepadatan tikus (success trap) didapatkan sebanyak 3 ekor tikus atau (>1) dinyatakan dalam kategori tinggi menurut Permenkes No 2 Tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan tikus dengan dua variasi umpan yaitu ceker ayam dan ikan asin dengan menggunakan multiple live trap dengan pengulangan masing-masing umpan sebanyak 9 kali. Peletakan perangkap 5-6 m dengan menggunakan garis lurus atau menyesuaikan dengan kondisi dan waktu pemasangan perangkap 15.00-08.00. Jenis penelitian ini eksperimental dengan desain penelitian posttest-only control group design. Sampel dalam penelitian ini yaitu tikus yang terperangkap di sekitar ruang produksi di PT. X. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah tikus yang terperangkap menggunakan umpan ceker ayam sebanyak 4 ekor tikus (57,14%), ikan asin sebanyak 3 ekor (42,85%). Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney menunjukan tidak terdapat perbedaan antara jenis umpan ceker ayam dan ikan asin menggunakan multiple live trap, dengan nilai p value sebesar 0,730 (>0,05). Saran bagi penelitian ini adalah menggunakan umpan dengan berbau menyengat.     Abstract: PT. X is a company operating in the plantation sector. The establishment of this company has given rise to new issues closely linked to human health, one of which is the presence of vectors and disease-carrying animals, namely rats. Rats harbour various organisms (parasites) both inside their bodies (endoparasites) and on their bodies (ectoparasites), which are the cause of many types of disease. Based on the results of rat density measurements (success trap), a total of 3 rats were recorded, which is classified as ‘high’ according to Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. This study aimed to determine rat density using two types of bait—chicken feet and salted fish—with multiple live traps, repeating the experiment nine times for each bait type. Traps were placed 5–6 m apart in a straight line or adjusted according to site conditions, and were set between 15:00 and 08:00. This was an experimental study employing a post-test-only control group design. The sample comprised rats trapped around the production areas at PT. X. The results showed that the number of rats trapped using chicken feet as bait was 4 rats (57.14%), whilst those trapped using salted fish as bait was 3 rats (42.85%). Data analysis using the Mann-Whitney test showed no significant difference between the chicken feet and salted fish baits when using multiple live traps, with a p-value of 0.730 (>0.05). A recommendation for this study is to use bait with a strong odour.