Nia Yuniarti Hasan
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh variasi daya lampu sinar Ultraviolet-C terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih di industri pangan Desty Nawangwulan; Redi Yudha Irianto; Nia Yuniarti Hasan; Neneng Yetty Hanurawati
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v17i1.2507

Abstract

Industri pangan menggunakan air bersih dalam proses produksinya, namun air yang digunakan tidak memenuhi persyaratan kualitas mikrobiologi karena mengandung Coliform, maka diperlukan pengendalian menggunakan desinfeksi sinar ultraviolet-C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya sinar ultraviolet-C terhadap reduksi bakteri Coliform dalam air bersih di industri pangan. Variasi yang digunakan dalam penelitian lampu ultraviolet-C dengan daya sebesar 15, 20, dan 30 watt menggunakan panjang gelombang 254 nm, dan lama paparan selama 30 detik. Penelitian ini merupakan penelitian sungguhan, dilakukan 6 kali pengulangan, desain penelitiannya adalah pre-posttest tanpa control. Teknik pengambilan contoh sesaat adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan. Populasi pada penelitian seluruh air bersih di WTP industri pangan, air bersih di outlet reservoir 2 dijadikan sampel penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 36. Uji statistik One Way Anova digunakan untuk menganalisis data. Hasil uji anova p value 0,008<0,05 menunjukkan bahwa daya lampu sinar ultraviolet-C berpengaruh siginifikan terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih di industri pangan. Hasil penelitian menyatakan sinar ultraviolet-C dengan daya lampu 15 watt menurunkan bakteri Coliform hingga 97%, 20 watt menurunkan 98%, dan 30 watt menurunkan hingga 99,85% dari bakteri Coliform sebanyak 1.709 CFU/100 ml. Industri dapat menggunakan metode desinfeksi sinar ultraviolet-C untuk mereduksi bakteri Coliform pada air bersih.   Abstract: The food industry uses clean water in its production processes, but the water used does not meet microbiological quality requirements because it contains coliform bacteria, so control using ultraviolet-C disinfection is necessary. This study aims to determine the effect of ultraviolet-C light power on the reduction of coliform bacteria in clean water in the food industry. The variations used in this study were ultraviolet-C lamps with power ratings of 15, 20, and 30 watts using a wavelength of 254 nm and an exposure time of 30 seconds. This study was a real study, conducted 6 times, with a pre-posttest design without control. The instant sampling technique was the sampling technique used. The population in the study was all clean water in food industry WTPs, and clean water at reservoir outlet 2 was used as the research sample with a sample size of 36. The One Way Anova statistical test was used to analyze the data. The results of the anova test with a p value of 0.008<0.05 showed that the power of the ultraviolet-C lamp had a significant effect on the reduction of Coliform bacteria in clean water in the food industry. The results of the study stated that ultraviolet-C light with a lamp power of 15 watts reduced Coliform bacteria by 97%, 20 watts reduced it by 98%, and 30 watts reduced it by 99.85% from 1,709 CFU/100 ml of Coliform bacteria. Industries can use the ultraviolet-C light disinfection method to reduce Coliform bacteria.
Pengaruh variasi kecepatan pengadukan proses pengomposan sampah organik terhadap kualitas kompos Sausan Nabilah; Dindin Wahyudin; Pujiono Pujiono; Nia Yuniarti Hasan
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 19 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/sanitasi.v19i1.2583

Abstract

Timbulan sampah organik menjadi permasalahan di lingkungan PT X. Sampah organik di PT X belum dilakukan pengolahan lebih lanjut. Salah satu teknologi dalam mengatasi sampah organik yaitu dengan pengomposan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui timbulan sampah organik di PT X sebelum dan sesudah dilakukan pengomposan, mengetahui pengaruh variasi kecepatan pengadukan dalam pengomposan, dan mengetahui efektivitas variasi kecepatan pengadukan dalam pengomposan. Variasi kecepatan pengadukan dalam penelitian ini yaitu 643, 1001, dan 1542 rpm. Jenis penelitian ini True Experimental dengan desain penelitian Posttest-Only with Control. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan timbulan sampah organik kering dan sampel adalah sebagian dari populasi timbulan sampah organik kering di PT X. Hasil penelitian menunjukkan nilai C/N rasio kompos pada seluruh sampel pengulangan dan perlakukan memenuhi syarat mutu pupuk organik padat sesuai SNI 7763:2018, dimana kompos dengan kecepatan putaran 1001 rpm merupakan kecepatan pengadukan yang menghasilkan kompos dengan nilai C/N rasio tertinggi yaitu 23,73. Uji statistik One-Way Anova menunjukkan terdapat pengaruh variasi kecepatan pengadukan dalam pengomposan sampah organik terhadap kualitas kompos dimana P value (0,000) ≤ α (0,05). Penelitian selanjutnya dapat melakukan pengukuran terpisah antara timbulan sampah yang dihasilkan dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kegiatan domestik sehingga memudahkan dalam merumuskan permasalahan yang diselesaikan.   Abstract: Organic waste accumulation has become an environmental issue at PT X. PT X has not implemented further processing for organic waste. Composting is one of the technologies to address organic waste accumulation. The objectives of this research are to assess the accumulation of organic waste at PT X before and after composting, to evaluate the effects of stirring speed variations during composting, and to determine the effectiveness of those variations. The stirring speed variations in this research are 643, 1001, and 1542 rpm. This research is a True Experimental design with a Posttest-Only with Control. The research population consists all of the dry organic waste, with a sample taken from a portion of the dry organic waste at PT X. The results show that the C/N ratio of compost across all samples and treatments meets the quality standards for solid organic fertilizers of SNI 7763:2018, with the 1001 rpm stirring speed producing the highest C/N ratio of 23.73. One-Way ANOVA statistical analysis indicates that stirring speed variations  significantly affect compost quality, with a P value (0.000) ≤ α (0.05). Future research could separately measure organic waste generated from Green Open Space (RTH) and domestic activities to better determining the issues.