Shonia Iklil Fachira
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ambivalensi Kompetensi Profil Tenaga Pendidik Pendidikan Agama Islam dalam Mengintegrasikan Teknologi Digital pada Pembelajaran Abad 21 Shonia Iklil Fachira; Syahrin Nurul Khasanah; Mohammad Faizin
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.944

Abstract

Transformasi digital yang berlangsung pesat di berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan, menuntut tenaga pendidik untuk mampu beradaptasi dan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus, terutama bagi tenaga pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menghadapi tekanan ganda antara kebutuhan modernisasi dan kewajiban menjaga nilai-nilai keislaman. Artikel ini bertujuan mengkaji secara mendalam ambivalensi yang terjadi dalam profil kompetensi tenaga pendidik PAI di era digital, mencakup kesenjangan antara profil ideal dan realitas lapangan, tantangan identitas profesional, serta dinamika peran dalam pembentukan karakter murid. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menganalisis berbagai kajian empiris, kebijakan pendidikan, dan kerangka teori yang relevan, seperti TPACK dan kompetensi abad 21. Hasil kajian menunjukkan bahwa ambivalensi tenaga pendidik PAI bukan semata persoalan kecakapan teknis, melainkan merupakan perpaduan kompleks antara keterbatasan literasi digital, ketegangan identitas profesional berbasis nilai Islam, resistensi epistemologis, ketimpangan infrastruktur, dan ancaman pergeseran otoritas keilmuan di era algoritmik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pendekatan transformatif yang tidak hanya meningkatkan kompetensi digital, tetapi juga memperkuat identitas keislaman tenaga pendidik PAI sebagai fondasi autentik pendidikan agama yang bermakna dan berkelanjutan.