Kustiwan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Spiritual Well-Being Mahasiswa Tingkat Akhir Prodi Pendidikan Agama Islam di PTKIS Kota Depok Afifah Salsa Bella; Kustiwan; Erba Rozalina Yulianti
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.949

Abstract

Masa perkuliahan tingkat akhir adalah fase transisi yang kritis di mana mahasiswa menghadapi tekanan akademik terutama dalam menyelesaikan tugas akhir (skripsi). Dalam situasi ini, mahasiswa tidak hanya terbebani oleh tuntutan akademis tetapi juga rentan mengalami krisis eksistensial, krisis iman, dan penurunan kualitas kesejahteraan spiritual. Dengan pendekatan kualitatif-interpretatif dengan desain studi kasus yang dilakukan pada dua (PTKIS) di Kota Depok yaitu Universitas Islam Depok dan Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatul Ilmi. Data dikumpulkan melalui tiga teknik: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 12 informan dipilih secara purposive sampling dari mahasiswa tingkat akhir semester 8-14 yang sedang menyelesaikan skripsi (8 dari UID dan 4 dari STAIMI). Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan bantuan software NVivo 12. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Spiritual Well-Being mahasiswa tingkat akhir Prodi Pendidikan Agama Islam termanifestasi dalam lima aspek utama: pengelolaan diri, relasi sosial, nilai-nilai sosial, lingkungan, dan praktik ibadah. Dan dalam memaknai Spiritual Well-Being maka perlu mengetahui aspek stres akademik sebagai sumber kekuatan batin yang membantu mereka menemukan makna hidup, menjaga konsistensi ibadah, dan mempertahankan hubungan transendental dengan Allah SWT melalui sikap tawakkal, muhasabah, syukur, dan do’a. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa spiritual well-being bukan hanya indikator religiusitas tetapi juga kemampuan yang mendukung ketahanan psikologis, makna hidup, dan motivasi akademis mahasiswa di tengah tekanan perkuliahan tingkat akhir melalui spiritual coping.