Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengintegrasikan Tazkiyatun Nufus Ke Dalam Budaya Kampus Untuk Mendukung Pengembangan Karakter Di Kampus STITMA Muhammad Nurrahman; Muhammad Zaki Kurniawan; Fajar Ardiansyah; Ikhwan Fathurrahman
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses integrasi tazkiyatun nufus ke dalam budaya kampus sebagai strategi pengembangan karakter mahasiswa di STITMA. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya pembinaan akhlak dan penyucian jiwa dalam membentuk pribadi mahasiswa yang berdisiplin, berakhlak mulia, dan mampu mengendalikan diri di tengah tantangan akademik maupun sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 15 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik mengenai tazkiyatun nufus, baik dari aspek spiritual maupun aspek pengembangan karakter seperti kedisiplinan, kejujuran, dan pengendalian diri. Mahasiswa juga merasakan dampak positif dari penerapan nilai-nilai tersebut, meskipun perubahan yang terjadi masih bersifat individual. Hambatan utama yang ditemukan meliputi tekanan akademik, pengaruh lingkungan pergaulan, serta kurangnya kegiatan pembinaan spiritual yang terstruktur dan konsisten. Selain itu, mahasiswa berharap kampus menyediakan program pembinaan yang lebih aktif dan sistematis. Pembahasan model integrasi menunjukkan bahwa keberhasilan internalisasi tazkiyatun nufus memerlukan sinergi antara tiga aspek utama: pemahaman nilai, pembiasaan perilaku, dan penguatan lingkungan. Ketiga komponen tersebut membentuk proses berkelanjutan yang memungkinkan nilai-nilai spiritual berkembang dari sekadar pengetahuan menjadi budaya kolektif. Dengan demikian, integrasi tazkiyatun nufus berpotensi besar menjadi pendekatan komprehensif dalam pembentukan karakter mahasiswa apabila didukung oleh program kampus yang terstruktur dan berkelanjutan.
Strategi Peningkatan Mutu Pai Dan Kriteria Sekolah Dan Madrasah Yang Efektif Muhammad Raihan; Muhammad Ryan Anwar; Muhammad Nurrahman; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) serta mengidentifikasi kriteria sekolah atau madrasah yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik berbasis nilai-nilai Islam. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana guru dan lembaga pendidikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di tengah tantangan rendahnya motivasi belajar siswa, keterbatasan fasilitas, serta minimnya integrasi teknologi. Isu ini menjadi penting karena PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan akhlak, spiritualitas, dan kecerdasan sosial bagi generasi muda di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap guru PAI di beberapa sekolah dan madrasah, disertai observasi dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk menemukan pola-pola strategis dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu PAI sangat dipengaruhi oleh keteladanan guru, inovasi pembelajaran kontekstual, serta pemanfaatan media digital dalam kegiatan belajar. Sekolah dan madrasah yang efektif cenderung menyeimbangkan aspek religius, akademik, dan teknologi, dengan guru sebagai penggerak utama peningkatan mutu. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan mutu PAI harus dilakukan melalui penguatan kompetensi guru, inovasi pedagogis, dan manajemen mutu berkelanjutan agar lembaga pendidikan Islam mampu mencetak generasi berakhlak mulia, cerdas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.