Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Transformasi Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Artificial Intelligence Dalam Perspektif Kepemimpinan Pendidikan Era Society 5.0 Muhammad Jailani; Sena Puja Kesuma; Aden Adma Hakim; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 2 No. 03 (2026): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Dalam Pendidikan Islam Di Era Digital Sa'idul Mukhtar; Andi Eka Saputra; Abrar Ahmad Hafizh; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam pendidikan Islam di era digital, dengan fokus pada implementasi SIM berbasis digital di empat sekolah Islam dari provinsi berbeda di Indonesia. Isu utama yang diangkat adalah bagaimana digitalisasi SIM dapat meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan, transparansi administrasi, dan kualitas layanan pendidikan di lingkungan sekolah Islam. Permasalahan ini penting karena transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam menghadapi tantangan globalisasi dan tuntutan efisiensi tata kelola pendidikan.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan di sekolah, yaitu ahli IT, staf administrasi, guru, alumni, dan murid. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, dan dampak implementasi SIM digital di masing-masing sekolah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIM berbasis digital memberikan dampak positif signifikan terhadap efisiensi administrasi, kemudahan akses data, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Namun, ditemukan pula tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, resistensi perubahan dari sebagian staf, dan kebutuhan pelatihan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan kebijakan, penguatan kapasitas SDM, dan investasi teknologi untuk keberlanjutan digitalisasi SIM di sekolah Islam.Implikasi utama dari penelitian ini adalah bahwa digitalisasi SIM bukan hanya meningkatkan kinerja manajemen sekolah, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan Islam yang adaptif, transparan, dan berdaya saing di era digital.
Integrasi Nilai-Nilai Pesantren dalam Manajemen Sekolah dan Madrasah: Model Pengembangan Kompetensi Global dalam Pendidikan Islam Hadi Auliya Asalam; Wisnu Adi Kurniawan; Abdul Rosyid Alfikri; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai pesantren dalam manajemen madrasah sebagai model pengembangan kompetensi global dalam pendidikan Islam. Kajian ini dilatarbelakangi oleh tantangan modernisasi dan globalisasi yang menuntut lembaga pendidikan Islam tidak hanya menghasilkan peserta didik yang beriman dan berakhlak, tetapi juga memiliki kompetensi digital, profesionalisme, serta daya saing global. Madrasah dan pesantren, sebagai institusi pendidikan Islam yang berakar pada tradisi keilmuan dan spiritual, menghadapi tantangan untuk mengembangkan sistem manajemen yang mampu mengharmoniskan nilai-nilai keislaman dengan inovasi teknologi dan tata kelola pendidikan modern. Permasalahan utama penelitian ini adalah masih adanya kesenjangan antara nilai spiritual Islam dan praktik manajemen pendidikan yang cenderung berorientasi pada efisiensi dan kompetisi global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk memahami pengalaman dan pemaknaan subjek penelitian terhadap penerapan nilai pesantren dalam manajemen pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dosen dan mahasiswa di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani (STITMA), observasi kegiatan akademik dan kepesantrenan, serta analisis dokumen institusional. Seluruh data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, makna, dan keterkaitan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pesantren seperti keikhlasan, kedisiplinan, tanggung jawab, ukhuwah, dan kemandirian telah terintegrasi secara efektif dalam manajemen pendidikan Islam melalui empat dimensi utama, yaitu kepemimpinan spiritual, budaya organisasi berbasis nilai, integrasi teknologi digital, dan pembinaan karakter berkelanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan model konseptual Pesantren-Based Educational Management (PBEM) sebagai paradigma alternatif manajemen pendidikan Islam. Model ini menegaskan bahwa nilai-nilai pesantren dapat menjadi fondasi inovasi manajemen mutu madrasah dalam membentuk peserta didik yang unggul secara akademik, berkarakter islami, dan adaptif terhadap tantangan global. Temuan penelitian ini berimplikasi pada penguatan kebijakan pengelolaan pendidikan Islam yang berorientasi pada integrasi nilai, mutu, dan modernitas.
Strategi Peningkatan Mutu Pai Dan Kriteria Sekolah Dan Madrasah Yang Efektif Muhammad Raihan; Muhammad Ryan Anwar; Muhammad Nurrahman; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) serta mengidentifikasi kriteria sekolah atau madrasah yang efektif dalam membentuk karakter peserta didik berbasis nilai-nilai Islam. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana guru dan lembaga pendidikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di tengah tantangan rendahnya motivasi belajar siswa, keterbatasan fasilitas, serta minimnya integrasi teknologi. Isu ini menjadi penting karena PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan akhlak, spiritualitas, dan kecerdasan sosial bagi generasi muda di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap guru PAI di beberapa sekolah dan madrasah, disertai observasi dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk menemukan pola-pola strategis dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu PAI sangat dipengaruhi oleh keteladanan guru, inovasi pembelajaran kontekstual, serta pemanfaatan media digital dalam kegiatan belajar. Sekolah dan madrasah yang efektif cenderung menyeimbangkan aspek religius, akademik, dan teknologi, dengan guru sebagai penggerak utama peningkatan mutu. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan mutu PAI harus dilakukan melalui penguatan kompetensi guru, inovasi pedagogis, dan manajemen mutu berkelanjutan agar lembaga pendidikan Islam mampu mencetak generasi berakhlak mulia, cerdas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pengaruh Kebiasaan Begadang Terhadap Kinerja Dan Kedisiplinan Pendidik Dalam Manajemen Pendidikan Islam Tabriani Tabriani; Haerul Kusuma; Abbas Albangkiy; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kebiasaan begadang yang semakin berkembang di kalangan pendidik, suatu fenomena yang semakin dipengaruhi oleh beban kerja, tuntutan administratif, serta aktivitas sosial-keagamaan. Isu ini penting karena berdampak pada dua aspek krusial dalam manajemen pendidikan Islam, yaitu kinerja guru dan kedisiplinan, yang merupakan indikator utama mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan sepuluh pendidik dari lembaga pendidikan Islam. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas begadang yang sering tanpa manajemen waktu yang baik menyebabkan kelelahan, penurunan konsentrasi, keterlambatan, serta menurunnya produktivitas. Sebaliknya, begadang yang didorong oleh alasan profesional atau spiritual justru dapat memperkuat komitmen kerja dan rasa tanggung jawab pendidik. Nilai-nilai Islam seperti amanah (dapat dipercaya), itqan (profesionalisme), dan mujahadah (kesungguhan) berperan sebagai unsur penyeimbang yang membantu pendidik menjaga kedisiplinan dan kinerja meskipun waktu istirahat berkurang. Temuan ini menegaskan bahwa persoalan begadang tidak semata-mata bersifat fisiologis, tetapi juga bermuatan moral dan manajerial, yang mencerminkan cara pendidik menyeimbangkan tugas profesional dan spiritualitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen waktu yang efektif dan kesadaran spiritual harus menjadi landasan utama dalam manajemen pendidikan Islam guna membentuk pendidik yang disiplin, produktif, dan berlandaskan etika.
Implementasi Evaluasi Akhir Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Manajemen Pembelajaran di Sekolah Hidayat Nur Huda; Abdillah Ma`shum; Fajar Ardyansyah; Ikhsan Muhtadi; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penting dalam mendukung pengambilan keputusan dan peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Melalui evaluasi akhir, sekolah dapat mengukur ketercapaian hasil belajar, menilai efektivitas proses pembelajaran, serta memastikan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan evaluasi akhir di banyak satuan pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama yang berkaitan dengan kesesuaian instrumen evaluasi, pemanfaatan hasil evaluasi, serta koordinasi antar pemangku kepentingan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan evaluasi akhir ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut dalam kaitannya dengan proses pengambilan keputusan dan peningkatan mutu pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan staf administrasi di tiga sekolah menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan evaluasi akhir pada umumnya telah selaras dengan standar nasional pendidikan. Namun demikian, masih ditemukan ketidakkonsistenan dalam tahap pelaksanaannya, khususnya dalam penggunaan instrumen penilaian berbasis kompetensi dan integrasi teknologi penilaian. Selain itu, data hasil evaluasi belum dimanfaatkan secara optimal sebagai dasar pengambilan keputusan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan pengembangan program sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas pendidik dalam manajemen evaluasi, peningkatan sistem monitoring evaluasi, serta pengembangan budaya sekolah berbasis data. Dengan demikian, evaluasi akhir tidak hanya berfungsi sebagai alat pengukur hasil belajar, tetapi juga sebagai landasan strategis dalam pengambilan keputusan dan peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.
Pengembangan Rencana Kerja Kampus Sebagai Strategi Manajemen Pendidikan Faris Mahdi; Abu Hilal Abdurrahman; Muhammad Zaki Kurniawan; Nayaka Ilham Taufiq Rabbani; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan rencana kerja kampus merupakan komponen utama dalam manajemen pendidikan yang berfungsi sebagai instrumen strategis untuk menjamin tata kelola perguruan tinggi yang efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. Rencana kerja kampus tidak hanya menjadi persyaratan administratif, tetapi juga berperan sebagai kerangka manajerial yang komprehensif dalam menerjemahkan visi, misi, dan tujuan jangka panjang institusi ke dalam program-program yang terstruktur, terukur, dan dapat dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pengembangan rencana kerja kampus sebagai pendekatan strategis dalam memperkuat manajemen pendidikan serta meningkatkan mutu kelembagaan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Berbagai publikasi ilmiah dari jurnal internasional dalam lima tahun terakhir dianalisis secara sistematis. Proses analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi konsep-konsep utama yang berkaitan dengan perencanaan strategis, manajemen pendidikan, dan tata kelola perguruan tinggi, kemudian diklasifikasikan, dibandingkan, dan disintesiskan untuk membangun pemahaman yang komprehensif mengenai pengembangan rencana kerja kampus yang efektif. Kajian ini menunjukkan bahwa rencana kerja kampus yang efektif mengintegrasikan fungsi-fungsi utama perguruan tinggi, meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, tata kelola, dan penjaminan mutu. Perencanaan kerja yang strategis mendukung pengambilan keputusan berbasis data, optimalisasi alokasi sumber daya, serta penyediaan indikator kinerja yang jelas untuk keperluan pemantauan dan evaluasi. Selain itu, proses perencanaan yang adaptif dan partisipatif mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta daya tanggap institusi terhadap dinamika perubahan lingkungan pendidikan tinggi. Dengan demikian, pengembangan rencana kerja kampus memiliki peran yang sangat penting sebagai alat manajemen strategis dalam mewujudkan efektivitas kelembagaan, peningkatan mutu pendidikan, dan keberlanjutan perguruan tinggi dalam jangka panjang nasional global.
Strategi Pemasaran Dalam Membentuk Dan Mengelola Harapan Stakeholder Al Muqni Novanri; Muhammad Abid Alhafizh; fajar Rasyid Pano; Ahmad Siappudan P; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi pemasaran dalam membentuk dan mengelola harapan stakeholder serta pengaruhnya terhadap kepercayaan, reputasi, dan kepuasan organisasi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya kebutuhan organisasi untuk mempertahankan legitimasi sosial melalui komunikasi yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada nilai bersama dengan stakeholder. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) terhadap 300 responden yang terdiri dari pelanggan, karyawan, pemasok, masyarakat, serta investor dan regulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran memiliki pengaruh signifikan terhadap kepercayaan stakeholder (β = 0,63, p < 0,001), reputasi organisasi (β = 0,52, p = 0,001), dan kepuasan melalui mediasi kepercayaan (β = 0,57, p < 0,001). Seluruh variabel penelitian memperoleh nilai rata-rata di atas 4,0, menandakan persepsi positif stakeholder terhadap efektivitas strategi pemasaran berbasis keterlibatan. Temuan ini memperkuat stakeholder theory dan legitimacy theory yang menempatkan pemasaran tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang membangun kredibilitas dan kepercayaan publik. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan pentingnya komunikasi dua arah, transparansi, dan evaluasi ekspektasi secara berkelanjutan dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi dan stakeholder.
Strategi Dan Tantangan Manajemen Sekolah (Madrasah) Di Era Transformasi Pendidikan Rijal Rijal; Muhammad Fathir; Ishlah Nizarais; Mifedwil Jandra; Firzatullah Akbar
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif konsep, strategi, serta tantangan dalam manajemen sekolah/madrasah di tengah arus transformasi pendidikan modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi digital, perubahan kebijakan nasional, serta tuntutan global terhadap peningkatan mutu sumber daya manusia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi lembaga pendidikan Islam untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai spiritualitas dan karakter keislaman yang menjadi jati dirinya. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kepustakaan dan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta telaah literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen sekolah/madrasah bergantung pada sinergi antara kepemimpinan transformasional, tata kelola berbasis nilai Islam, dan pemanfaatan teknologi digital secara efektif. Kepala madrasah yang memiliki visi spiritual dan kompetensi manajerial mampu membangun budaya organisasi yang kolaboratif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, resistensi terhadap inovasi, serta kesenjangan antara kebijakan nasional dan realitas lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model manajemen madrasah yang ideal adalah yang mengintegrasikan profesionalisme, inovasi digital, dan spiritualitas Islam secara seimbang. Model tersebut tidak hanya mampu meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan, tetapi juga memperkuat identitas moral dan nilai karakter peserta didik di tengah tantangan modernisasi global.
Paradigma Kepemimpinan Transformasional Dalam Manajemen Berbasis Sekolah: Studi Pustaka Kritis Muhammad Zahran Rafli; Muhammad Albangky; Lalu M Dendi; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paradigma kepemimpinan transformasional memiliki peran strategis dalam memperkuat efektivitas Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) melalui penerapan nilai-nilai visioner, pemberdayaan sumber daya manusia, dan penciptaan budaya kerja kolaboratif yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Pendekatan ini berfokus pada pembentukan organisasi pembelajar yang adaptif, inovatif, dan reflektif terhadap perubahan lingkungan strategis. Empat dimensi utama idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan, loyalitas, serta komitmen bersama di lingkungan sekolah. Dalam implementasinya, kepemimpinan transformasional mendorong desentralisasi pengambilan keputusan, memperkuat partisipasi guru, dan meningkatkan akuntabilitas publik terhadap hasil pembelajaran. Integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan memperluas peran kepala sekolah dalam mengelola data akademik, mengukur kinerja, serta merancang inovasi berbasis bukti secara efisien dan transparan. Sinergi antara nilai-nilai humanistik dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi menjadikan kepemimpinan transformasional sebagai model kepemimpinan yang relevan di era pendidikan modern. Paradigma ini tidak hanya menekankan efektivitas administratif, tetapi juga memperkuat aspek moral, sosial, dan profesional dalam tata kelola sekolah. Melalui penerapan kepemimpinan yang visioner, inspiratif, dan berorientasi pada kolaborasi, MBS dapat berkembang menjadi sistem manajemen yang dinamis, inklusif, dan kompetitif di tingkat global. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional menjadi fondasi utama dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang progresif, efisien, dan berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya sebagai respons terhadap tantangan revolusi pendidikan di abad ke-21.