Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah Melalui Keteladanan Guru Pada Era Digital Al Muqni Novanri; Afif Aldyansyah; Sandi Reza Pani; Muhammad Rifki R Arfius
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penguatan pendidikan karakter di sekolah melalui keteladanan guru pada era digital, sebuah isu penting di tengah kemajuan teknologi yang mengubah cara siswa belajar dan berinteraksi. Meskipun akses informasi semakin luas, muncul tantangan serius berupa menurunnya etika, empati, dan tanggung jawab sosial peserta didik. Dalam konteks ini, guru dituntut tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai figur moral yang mampu menjadi teladan, baik di ruang kelas maupun dunia digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan tujuh guru dari berbagai jenjang pendidikan sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Fokus penelitian meliputi makna keteladanan guru, bentuk penerapan di era digital, faktor pendukung dan penghambat, serta strategi menjaga etika bermedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru terdiri dari dua dimensi utama, yaitu keteladanan konvensional (disiplin, tanggung jawab, kesopanan) dan keteladanan digital (etika bermedia sosial, tanggung jawab informasi, dan kontrol diri). Guru berperan sebagai teladan moral di dua dunia—fisik dan digital—yang keduanya berkontribusi terhadap pembentukan karakter siswa. Hambatan utama meliputi pengaruh negatif media sosial dan beban administrasi, sementara faktor pendukungnya mencakup dukungan kepala sekolah dan kolaborasi antar guru. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan guru adalah jantung dari pendidikan karakter di era digital. Sekolah dan pemerintah perlu memperkuat kebijakan etika digital serta pelatihan profesional guru agar nilai moral dan literasi digital dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, guru dapat menjadi model karakter yang autentik dan berintegritas di tengah disrupsi teknologi.
Strategi Pemasaran Dalam Membentuk Dan Mengelola Harapan Stakeholder Al Muqni Novanri; Muhammad Abid Alhafizh; fajar Rasyid Pano; Ahmad Siappudan P; Mifedwil Jandra
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi pemasaran dalam membentuk dan mengelola harapan stakeholder serta pengaruhnya terhadap kepercayaan, reputasi, dan kepuasan organisasi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya kebutuhan organisasi untuk mempertahankan legitimasi sosial melalui komunikasi yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada nilai bersama dengan stakeholder. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) terhadap 300 responden yang terdiri dari pelanggan, karyawan, pemasok, masyarakat, serta investor dan regulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran memiliki pengaruh signifikan terhadap kepercayaan stakeholder (β = 0,63, p < 0,001), reputasi organisasi (β = 0,52, p = 0,001), dan kepuasan melalui mediasi kepercayaan (β = 0,57, p < 0,001). Seluruh variabel penelitian memperoleh nilai rata-rata di atas 4,0, menandakan persepsi positif stakeholder terhadap efektivitas strategi pemasaran berbasis keterlibatan. Temuan ini memperkuat stakeholder theory dan legitimacy theory yang menempatkan pemasaran tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang membangun kredibilitas dan kepercayaan publik. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan pentingnya komunikasi dua arah, transparansi, dan evaluasi ekspektasi secara berkelanjutan dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi dan stakeholder.