Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Pembentukan Karakter Anti-Korupsi Pada Peserta Didik Muhammad Ryan Anwar; Rijal Rijal; Fajar Rasyid Pano; Wisnu Adi Kurniawan
Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 02 (2025): Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : Jurnal Ar-Ruhul Ilmi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) terhadap pembentukan karakter anti-korupsi pada peserta didik. Isu ini menjadi penting karena korupsi tidak hanya merupakan persoalan hukum dan moral, tetapi juga menunjukkan lemahnya pendidikan karakter di dunia pendidikan. Upaya menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas sejak dini menjadi langkah strategis dalam membangun generasi yang beretika dan berintegritas tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan PjBL dapat berkontribusi terhadap pembentukan karakter anti-korupsi di lingkungan pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur primer dan sekunder seperti buku, jurnal ilmiah, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik pembelajaran berbasis proyek dan pendidikan karakter antikorupsi. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi hubungan antara penerapan PjBL dan penguatan nilai-nilai antikorupsi, termasuk kejujuran, tanggung jawab, serta integritas akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan kesadaran moral dan perilaku etis peserta didik. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan proyek yang menekankan transparansi, kolaborasi, dan refleksi diri menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai kejujuran dan tanggung jawab. Pembelajaran ini juga menciptakan lingkungan akademik yang mendorong keterbukaan dan partisipasi aktif dalam menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa PjBL merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk membangun karakter anti-korupsi di kalangan peserta didik. Hasilnya diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik, pembuat kebijakan, dan peneliti dalam memperkuat integrasi pendidikan karakter berbasis proyek di berbagai tingkat pendidikan di Indonesia
Strategi Dan Tantangan Manajemen Sekolah (Madrasah) Di Era Transformasi Pendidikan Rijal Rijal; Muhammad Fathir; Ishlah Nizarais; Mifedwil Jandra; Firzatullah Akbar
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 1 No. 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif konsep, strategi, serta tantangan dalam manajemen sekolah/madrasah di tengah arus transformasi pendidikan modern yang ditandai oleh kemajuan teknologi digital, perubahan kebijakan nasional, serta tuntutan global terhadap peningkatan mutu sumber daya manusia. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi lembaga pendidikan Islam untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai spiritualitas dan karakter keislaman yang menjadi jati dirinya. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kepustakaan dan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, serta telaah literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen sekolah/madrasah bergantung pada sinergi antara kepemimpinan transformasional, tata kelola berbasis nilai Islam, dan pemanfaatan teknologi digital secara efektif. Kepala madrasah yang memiliki visi spiritual dan kompetensi manajerial mampu membangun budaya organisasi yang kolaboratif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan. Namun demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, resistensi terhadap inovasi, serta kesenjangan antara kebijakan nasional dan realitas lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model manajemen madrasah yang ideal adalah yang mengintegrasikan profesionalisme, inovasi digital, dan spiritualitas Islam secara seimbang. Model tersebut tidak hanya mampu meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan, tetapi juga memperkuat identitas moral dan nilai karakter peserta didik di tengah tantangan modernisasi global.